oleh

Gambar Cut Mutia Berujung Perkara, PN Jakarta Panggil YARA

safaruddin
Direktur YARA, Safaruddin, SH (kanan), Ketua YARA Abdya, Miswar, SH (Tengah) FOTO | MISWAR

Banda Aceh-Terteranya gambar pahlawan Aceh Cut Mutia pada mata uang baru nominal seribu rupiah berujung perkara. Kabarnya, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh, selaku pemegang kuasa Asrizal H Asnawi (40), pengguat telah dipanggil untuk menghadap Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, di Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat.

Pemanggilan YARA, setelah salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Asrizal H Asnawi (40) sebagai penggugat, memberikan kuasa kepada Direktur YARA, Safaruddin, SH, terkait gugatannya kepada Gubernur Bank Indonesia sebagai tergugat atas terteranya gambar Cut Mutia dalam mata uang baru rupiah tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan syariat islam.

Sidang perkara perdana ini dijadwalkan akan berlangsung pada 23 Februari 2017 sekira pukul 10.00 WIB.”Kita sudah menerima surat panggilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk proses sidang perdana gugatan terhadap Gubernur Bank Indonesia terkait terteranya gambar pahlawan Aceh Cut Mutia pada mata uang rupiah baru itu,” ungkap Safaruddin, SH, kepada media ini, Selasa, 21 Februari 2017, di Banda Aceh.

Dia menjelaskan, surat pemanggilan bernomor 40/Pdt.G/2017/PN JKT.PST, pada Senin, 13 Februari 2017, Furqan, SE Jurusita Pengganti pada Pengadilan Negeri Banda Aceh, atas perintah Ketua Pengadilan Negeri tersebut.

“Pemanggilan ini berdasarkan surat dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tertanggal 6 Februari 2017 Nomor W10.U.1/1374/HT.02/2/2017.Rom, dalam perkara Nomor 40/Pdt.G/2017/PN-JKT.PST, yang diterima di kepaniteraan Pengadilan Banda Aceh tertanggal 9 Februari 2017 dengan nomor W1.U1/334/HK.02/II/2017,” terangnya menyebutkan.

[Penulis | Kontributor Banda Aceh]
[Editor   | Suandris]

Komentar

News Feed