full screen background image

GeRAK: Proyek Videotron Disdik Aceh Mubazir

Share Button
penapost.com-Askalani

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani. Foto: Fauzul Husni/AJNN.NET 

Banda Aceh-Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh mendesak Gubernur Aceh untuk tidak melanjutkan program videotron yang diusulkan Dinas Pendidikan Aceh. GeRAK menilai, penghentian program tersebut cukup masuk akal dan relevan. Pasalnya, program tersebut tidak akan memberikan dampak langsung untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh.

Koordinator Badan Pekerja GeRAK Aceh Askhalani bin Muhammad Amin meyakini program ini hanya akan mubazir. Selain akan menyerap anggaran APBA 2016 sebesar Rp 8,5 miliar, program ini juga akan membebani APBA untuk biaya perawatan mencapai Rp 1 miliar per tahun.

“Kegiatan dan usulan perencanaan program videotron yang diusulkan oleh Disdik Aceh adalah salah satu program tidak berdampak langsung pada pendidikan di Aceh,” kata Askhalani. “Jika dilihat dari model perencanaan usulan kegiatan ini sama sekali tidak masuk akal sehat.”

GeRAK Aceh menilai program videotron ini tidak memiliki hirarki untuk meningkatkan derajat pendidikan Aceh yang saat ini berada di peringkat 33 dari 34 provinsi di Indonesia. Menurut lembaga antikorupsi tersebut, kinerja Dinas Pendidikan Aceh hanya menunjukkan mental yang terkooptasi berorientasi proyek fisik semata. Bukan berorientasi memajukan dunia pendidikan seperti yang diharapkan.

“Kami menduga, pengusulan perencanaan kegiatan proyek videotron yang ada dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Aceh 2016 adalah kegiatan yang tidak diusulkan melalui mekanisme perencanaan yang baik. Dan dapat diduga usulan ini adalah kegiatan bawah tangan alias kegiatan titipan yang hanya untuk kepentingan mendapatkan kick back fee,” jelasnya.

Berdasarkan hasil kajian GeRAK Aceh, lanjutnya, paket pekerjaan ini sama sekali tidak akan memberikan dampak yang baik terhadap peningkatan derajat pendidikan Aceh yang masih terpuruk. “Seharusnya yang perlu didorong oleh disdik adalah peningkatan layanan pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan dan peningkatan SDM pendidikan seperti guru dan lainnya”.

Askhalani juga mengatakan program videotron sama sekali tidak memiliki hubungan erat dengan dunia pendidikan. “Kalau untuk pencapaian terhadap azas transparansi dunia pendidikan bukan lewat iklan video, tapi cukup media lain yang tidak membutuhkan biaya mahal,” tambahnya.

Untuk itu, kata Askhalani, pihaknya berharap Gubernur Aceh mengkaji kembali usulan yang kegiatan ini, kalau memang Gubernur Aceh memang serius ingin mewujudkan pendidikan Aceh yang lebih baik dan cemerlang salah satu yang diperlukan adalah upgrade SDM tenaga pendidik dan memperbanyak program beasiswa, sehingga secara indikator ini akan cukup menguntungkan bagi masa depan Aceh,” ujarnya.

Askhalani juga meminta Disdik Aceh berani bertanggung jawab secara gentelment terhadap usulan kegiatan tersebut. “Dan jika memang memiliki naluri yang baik dan memiliki budaya malu, maka untuk tidak segan-segan mengundurkan diri karena terbukti gagal total dalam meningkatkan derajat pendidikan Aceh,” jelasnya.

Sumber | AJNN.NET 

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM