oleh

Gubernur : Hardikda Wahana Perbaikan untuk Kemajuan Pendidikan Aceh

Sekda Aceh
Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM, saat membaca sambutan gubernur Aceh, pada upacara HARDIKDA ke-57 tahun 2016, Jum’at, 2 September 2016, di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh. FOTO | HIDAYAT PULO

Banda Aceh-Seperti biasanya setiap 2 September, insan pendidikan di seluruh Aceh memperingati Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) secara rutin. Momentum peringatan HARDIKDA tersebut diawali dengan dilaksanakannya upacara bendera.

HARDIKDA ke-57 ini jatuh pada Jum’at, 2 September tahun 2016. Prosesi upacara bendera dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh. Turut hadir dalam kesempatan itu, unsur forkopimda Aceh, rektor Unsyiah, dan rektor UIN Ar-Raniry, ketua MPU, ketua MPD dan ketua MAA, kepala dinas pendidikan Aceh dan jajaran SKPA terkait, kakanwil kementerian agama wilayah Aceh, walikota Banda Aceh, unsur forkopimda kota Banda Aceh, ketua PGRI dan organisasi profesi guru lainnya, para guru dan insan pendidikan di Aceh, Pelajar dan generasi muda Aceh.

Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM atas nama gubernur Aceh, menyampaikan, Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-57 hadir dengan memberikan sejumlah makna bagi seluruh pemangku kepentingan di Aceh, salah satunya adalah sebagai wahana melakukan perbaikan pendidikan untuk kemajuan pendidikan Aceh lebih baik kedepannya.

“Hardikda ini hadir dengan mengusung sejumlah makna, salah satu sebagai wahana untuk instropeksi diri atas program-program pendidikan yang telah kita jalankan,” ujar Dermawan saat menyampaikan pidato tertulis gubernur Aceh di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Jum’at, 2 September 2016.

Dikatakan dia, masyarakat bersyukur karena program-program pemerintah Aceh untuk pendidikan selama ini dijalankan dengan baik oleh penyelenggara pendidikan di Aceh. “Sebagai contoh, dalam tiga tahun terakhir ini kita telah mengefesienkan 11 unit pelaksana teknis dinas (UPTD) yang menangani berbagai jenis peningkatan mutu pendidikan, kita juga telah meningkatkan kapasitas ribuan tenaga pendidik dalam berbagai kompetensi, dengan kehadiran guru-guru yang berkompeten ini kita akan mampu melahirkan pelajar yang memiliki kreatifitas dan kecerdasan yang tinggi,” kata Dermawan.

Selain itu lanjut dia, dalam upaya memajukan pendidikan di Aceh sampai dengan 2015 sudah ada 2.989 putra-putri Aceh yang menerima beasiswa penuh dari pemerintah Aceh, diantaranya saat ini sedang menuntut ilmu di berbagai belahan dunia, antara lain untuk bidang agama, penerima beasiswa terbesar di Mesir, Sudan, Tunisia, Arab Saudi, Yordania, Qatar dan Maroko.

“Sedangkan untuk berbagai displin ilmu lain, penerima beasiswa Aceh tersebar di Jerman, Inggris, Belanda, Tuki, Italia, Rusia, Prancis, Spanyol, Firlandia, Amerika, Australia, Taiwan, Thailan, China, Jepang, Malaysia, Singapur dan India,” lanjutnya menyebutkan.

Perhatian untuk pendidikan anak yatim juga terus dilakukan dan diberikan oleh pemerintah Aceh, sampai dengan 2015 sudah ada 450.000 anak yatim Aceh yang menerima beasiswa. Sebagai upaya memperkuat basis pendidikan di Aceh maka pada peringatan Hardikda Aceh tahun 2016, pemeritah Aceh melalui dinas pendidikan Aceh, mengadakan berbagai kegiatan ilmiah, seperti seminar pendidikan, pameran pendidikan, dan pertemuan ilmiah dengan melibatkan para tokoh dan ahli pendidikan nasional.

“Berbagai elemen masyarakat juga dilibatkan dalam aktifitas sebagai bentuk tanggung jawab moral semua pihak bagi membangun pendidikan di Aceh. Tanggung jawab ini penting kita jalankan sebab sektor pendidikan merupakan salah satu program utama pemerintah Aceh sebagaimana tertuang dalam pembangunan jangka menengah Aceh periode 2012-2017,” sambung dia.

Untuk mencapai sasaran pembangunan itu, tambahnya, semua pihak harus terlibat secara terintegrasi, baik itu dinas pendidikan, kanwil kementerian agama, badan pembinaan dan pendidikan dayah, bappeda, majelis pendidikan daerah, perguruan tinggi dan sebagainya, tambahnya.

Kepala dinas pendidikan Aceh, Drs. Hasanuddin Darjo, MM, menjelaskan, Hardikda merupakan ajang introspeksi dan dengan melihat berbagai kelebihan dan kekurangan yang ada demi mencapai kemajuan pendidikan yang lebih baik bagi pendidikan Aceh kedepan. “Hardikda ini merupakan ajang kita melakukan introspeksi diri, melakukan muhasabah demi kemajuan mutu pendidikan di Aceh yang lebih baik dan terintegritas,” kata Hasanuddin Darjo menjelaskan.

Reporter | Hidayat Pulo

Facebook Comments

Komentar

News Feed