full screen background image

Gubernur: MPU Berperan Memperkokoh Moral Bangsa

Share Button
musyawarah-ulama

Asisten II Setda Aceh, Drs. H. Saiba Ibrahim atasnama Gubernur Aceh, saat membuka Musyawarah Besar Ulama Aceh, di Kantor Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Senin, 20 Maret 2017 malam. FOTO | IST

Aceh Besar-Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, berharap Majelis Permusyawaratan Ulama bisa meningkatkan kiprah dalam menjawab berbagai persoalan sosial keagamaan di Aceh.

“Ulama punya peran memperkokoh moral dan spritual berbangsa dan bernegara. Ulama juga berperan mencerahkan dan mencerdaskan umat dengan nilai-nilai Islam,” ujar Gubernur Zaini dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten II Setda Aceh, Drs. H. Saiba Ibrahim dalam pembukaan Musyawarah Besar Ulama Aceh, di Kantor Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Senin, 20 Maret 2017 malam.

Selain itu, gubernur berharap, kerjasama antara pemerintah dan MPU bisa terjalin lebih baik. Berbagai persoalan sosial akibat pengaruh globalisasi juga menjadikan ulama sebagai tonggak utama dalam menjaga moral manusia.

“Tentu ulama sangat diharapkan berada di barisan terdepan untuk mencegah merupakan nilai Islam di masyarakat,” kata gubernur.

Hal itu, lanjut gubernur, karena ulama punya tanggungjawab yang tak hanya mencakup persoalan ibadah, namun juga muamalah dan hubungan sosial yang lebih luas.

Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, ujar gubernur, haruslah bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Karena itu, ulama sebagai pihak utama penyokong tonggak syariat harus senantiasa menebarkan syiar Islam kepada seluruh masyarakat.

“Karena itu, keberadaan MPU perlu kita perkuat agar syariat Islam berkumandang tanpa henti di Aceh,” kata Gubernur Zaini.

Mubes MPU, ujar gubernur, harus menjadi momentum bagi penguatan lembaga keagamaan di Aceh serta dapat menyatukan kekuatan ulama dalam dakwah, sehingga upaya penegakan syariat Islam di Aceh bisa berjalan optimal.

Kepala Sekretariat MPU Aceh, Mutiin, menyebutkan Mubes MPU Aceh tahun 2017 penting untuk menyamakan persepsi antarulama sekaligus memperkuat MPU dalam menghadapi persoalan sosial masyarakat yang semakin komleks. Selain itu mubes dilaksanakan untuk memilih pengurus baru dan menyusun program kerja MPU untuk lima tahun mendatang.

“Melalui Musyawarah Besar Ulama ini kita perkuat pelaksanaan syariat Islam menuju Aceh bermartabat,” ujar Mutiin.

Hadir dalam acara tersebut Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud al-Haytar, Anggota DPD RI Ghazali Abbas Adan, Ketua MPU Aceh, akademisi dari UIN Ar-Raniry dan Unsyiah, Pimpinan Ormas Islam dan Ormas Pemuda serta para ulama dari seluruh Aceh. (Rls)

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM