oleh

Guru SMA dan SMK Raih Prestasi

Guru Berprestasi
Para guru berprestasi bersama pejabat Dinas Pendidikan Aceh, saat berfoto bersama pada penutupan seleksi guru SMA dan SMK berprestasi tahun 2016, di Banda Aceh. FOTO | Muzai Punteuet

Banda Aceh-Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh terus memberikan perhatian yang sungguh-sungguh dalam pemberdayaan guru, terutama guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menjadi kewenangan provinsi.

Karena itu, Dinas Pendidikan Aceh melakukan seleksi terhadap guru mata pelajaran berprestasi tahun 2016 yang diikuti sebanyak 414 orang guru jenjang SMA dan SMK dan dibagi dalam tiga gelombang. Saat ini atau hingga gelombang kedua dilaksanakan seleksi ini sudah 60 guru meraih prestasi.

Nota Dinas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Muslim Yakob, menuturkan seleksi itu sangat penting bagi para guru. Sebab selain mengikuti perlombaan, melalui kegiatan ini guru juga dapat bersama-sama saling belajar dan mengisi serta bertukar informasi terhadap kemajuan pendidikan dari masing-masing daerah.

“Sehingga, saya sangat mengapresiasikan Kabupaten dan Kota yang antusias mengirimkan utusannya untuk mengikuti kegiatan ini. Saya juga meminta panitia pelaksana untuk mencatat seluruh peserta yang mengikuti acara ini supaya nanti dapat ditugaskan sebagai instruktur dan motivator tingkat Kabupaten/Kota maupun provinsi. Apabila adanya pemanggilan pembinaan dan pelatihan, peserta yang mengikuti seleksi tersebut yang akan menjadi prioritas utama Dinas Pendidikan Aceh untuk mengikuti kegiatan tersebut,” katanya.

Pihaknya juga memberi apresiasi tinggi bagi dewan juri yang sangat komprehensif dalam melakukan evaluasi dan penilaian kepada para peserta. Sehingga, terpilihnya para guru-guru yang layak menjadi juara. Namun, bagi guru telah menjadi juara tentunya memiliki kesempatan yang sama.

“Lakukanlah transfer informasi yang di dapat melalui perlombaan ini, sehingga kita nanti bisa sama-sama selangkah dan searah dalam memajukan pendidikan Aceh,” ujarnya.

Sebelumnya, ketua panitia pelaksana, Nailul Authar, menjelaskan, pemilihan guru SMA dan SMK mata pelajaran berprestasi akan berlangsung sejak 26 November hingga 11 Desember 2016 yang dibagi dalam tiga gelombang.

Gelombang I sejak 26 November hingga 1 Desember 2016. Akan dilaksanakan seleksi untuk guru SMA mata pelajaran bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika. Gelombang ke II, mulai 1 Desember hingga 6 Desember 2016, seleksi untuk guru SMK mata pelajaran Teknologi dan Rekayasa, Bisnis Manajemen, Agro Bisnis dan Teknologi, sedangkan untuk guru SMA, mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi.

Selanjutnya untuk gelombang III terhitung sejak 6 Desember hingga 11 Desember 2016, dilakukan seleksi guru SMA mata pelajaran Sosiologi, Ekonomi dan Geografi, sedangkan untuk jenjang SMK, guru mata pelajaran Pariwisata, kemaritiman, Informasi dan Komunikasi.

“Tujuan dari kegiatan yang kita laksanakan ini yaitu untuk memilih guru mata pelajaran berprestasi jenjang SMA dan SMK tahun 2016 Se-provinsi Aceh, mengangkat harkat dan martabat guru sebagai profesiterhormat, mulia dan terlindungi, meningkatkan motivasi guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya serta membangun komitmen guru dalam meningkatkan mutu pendidikan secara lebih merata,” imbuhnya menyebutkan.

Disebutkan dia, setiap mata pelajaran akan dilakukan seleksi lima guru terbaik untuk 18 mata pelajaran yang diperlombakan. Sehingga, akan terseleksi 90 orang guru terbaik yang terdiri dari juara I, II, III, Harapan I dan Harapan II.

“Masing-masing guru yang berhasil terpilih menjadi juara akan mendapatkan penghargaan berupa hadiah sebesar Rp. 10.000.000 (Juara I), Rp. 8.000.000 (Juara II), Rp. 6.000.000 (Juara III), Rp. 4.000.000 (Juara Harapan I) dan RP. 3.000.000 (Juara Harapan II),” sebut Nailul Authar.

Dia menambahkan, mekanisme seleksi akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan tim dewan juri independent berasal dari lembaga profesional pendidikan. Proses seleksi dilakukan melalui beberapa tahap yaitu dimuali dengan penilai potofolio, test Test Potensi Akademi (TPA), Test Kemampuan dasar (TKB), serta dilanjutkan dengan penilaian best praktis dan diakhiri dengan penilaian kemampuan mengajar melalui micro teaching.

“Masing-masing proses tersebut memiliki bobot nilai tersendiri yang telah disusun dan disepakati oleh tim dewan juri. Sehingga, setiap peserta wajib mengikuti proses seleksi hingga selesai,” tambahnya.

Reporter | Muzai Punteuet/*

Komentar

News Feed