full screen background image

[HARI IBU KE-89] Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya

Share Button
Wakil Ketua TP PKK Aceh Timur Ns. Mariani Binti Sulaiman pada kegiatan seminar dalam rangka memperingati hari Ibu Ke 89.FOTO | JUANDA RANDY

Wakil Ketua TP PKK Aceh Timur Ns. Mariani Binti Sulaiman pada kegiatan seminar dalam rangka memperingati hari Ibu Ke 89.FOTO | JUANDA RANDY

Aceh Timur-Dinas Pembedayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A dan KB) Kabupaten Aceh Timur, menggelar seminar bertajuk “Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya”.Kegiatan yang dipusatkan di aula gedung serbaguna pendapa setempat, Selasa 20 Desember 2017, merupakan rangkaian dalam rangka memperingati hari Ibu Ke 89.

Wakil Ketua TP PKK Aceh Timur Ns Mariani Binti Sulaiman mengatakan, di era globalisasi, fenomena wanita karier seakan tidak dapat dibendung.”Dahulu peran wanita indetik dengan pekerjaan rumah tangga, kini peran wanita mengalami banyak perubahan,” kata Mariani.

Untuk itu, katanya, wanita tidak lagi puas dengan pekerjaan rumah tangga, sehingga banyak kalangan perempuan memilih untuk terjun ke dunia karier.”Persoalannya, ketika wanita memilih untuk melayani sebuah pekerjaan (karier), terutama bagi wanita yang sudah menikah, maka dia akan memiliki peran ganda yang dapat menimbulkan persoalan baru yang lebih konflik dan rumit,” ujar Mariani.

Disamping tuntutan untuk memenuhi kewajiban dalam rumah tangga, ia juga memiliki benban untuk menyelesaikan tugas dan tanggungjawab didalam pekerjaan, sehingga tugas wanita karier menjadi lebih banyak.

“Peran ganda bagi wanita karier bukanlah situasi yang mudah untuk diselesaikan, kedua peran tersebut menuntut kinerja yang sama baiknya,” katanya lagi.

Menurutnya, apabila wanita karier lebih memprioritaskan pekerjaan, maka ia dapat mengorbankan banyak hal untuk keluarganya, sebaliknya apabila wanita karier lebih memprioritaskan keluarga maka cenderung akan menurunkan kinerja didalam pekerjaan.

Sebelumnya, Sekretaris DP3A dan KB, Leny Roziana, SE, selaku ketua panitia menerangkan, tujuan pelaksanaan kegiatan seminar pada hari ini adalah untuk memberikan pemahaman dan wawasan baru bagi perempuan yang bekerja mengenai manajemen waktu yang baik dalam menyesuaiakan diri antara keluarga dan pekerjaan sehingga dapat meminimalisir konflik.

“Seminar ini untuk merubah mindset atau paradigma para perempuan bekerja mengenai tantangan yang dihadapi. Sebagai perempuan bekerja dan ibu rumah tangga sehingga dapat menjadikan tantangan tersebut menjadi kelebihan yang dapat meningkatkan kualitas diri para perempuan pekerja,” terang Leny.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti oleh 30 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) perempuan dilingkugan Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, dan seminar dilaksanakan selama satu hari.Dalam kesempatan itu panitia menghadirkan narasumber meliputi, Suraiya Kamaruzzaman, yang merupakan pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Flower Aceh.[]

Repoter | Juanda Randy

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.