oleh

Honorer K2 Temui Gubernur, Ini Pangkal Masalahnya

Delegasi guru honorer Kategori-2, saat menemui Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Rabu, 28 Februari 2018, di ruang kerja Gubernur Aceh.
Delegasi guru honorer Kategori-2, saat menemui Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Rabu, 28 Februari 2018, di ruang kerja Gubernur Aceh.

Banda Aceh-Sejumlah guru honorer Kategori-2, Rabu, 28 Februari 2018, menemui Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.Mereka mempertanyakan terkait belum dilakukannya verifikasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terhadap 460 pendidik dari Aceh yang sebelumnya telah lulus seleksi Panselnas pada tahun 2013 lalu.

Awalnya, abdi didik tersebut berencana untuk menggelar aksi damai.Namun sebelum sempat menyampaikan orasi, Gubernur Irwandi langsung mengundang para delegasi guru untuk beraudiensi dengan dirinya.Para delegasi diterima Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan itu, mereka meminta Gubernur Aceh memperjuangkan aspirasi mereka, yaitu memperoleh SK pengangkatan dari status pegawai honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pada pertemuan tersebut mencuat bahwa sebelumnya Gubernur Aceh saat dijabat Zaini Abdullah, juga sudah mengirmkan surat ke Kemenpar RB.Namun tercatat sudah empat kali berganti menteri, data para guru hasil seleksi dari Panselnas itu belum juga diverifikasi.

Pada kesempatan itu Gubernur Irwandi menyebutkan, dirinya akan mengupayakan untuk menyampaikan langsung aspirasi para guru honorer kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Mungkin karena terlalu sering berganti menteri. Tapi saya juga akan buat surat dan kemungkinan akan saya antar sendiri sore nanti,” ujar Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf kepada delegasi guru honorer K-2 itu.

Irwandi menyebutkan, dirinya turut prihatin dengan apa yang menimpa para guru honorer tersebut. Ia menyebutkan akan memperjuangkan aspirasi para guru honorer yaitu pengakuan negara atas darmabakti mereka, dengan menghadap langsung dan menyampaikan keluhan para guru itu di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Sorot Mutu Pendidikan Aceh

Dalam pertemuan itu, gubernur turut menyoroti mutu pendidikan Aceh, yang di tahun lalu berada di peringkat ke tiga terendah di Indonesia. Padahal, dari sisi anggaran pendidikan, Aceh menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk pembiayaan dan peningkatan mutu pendidikan. Sebanyak 20 persen dari anggaran APBA dialokasikan langsung oleh Pemerintah Aceh.

Dalam visi-misi Pemerintah Aceh, Irwandi juga mencanangkan tiga program utama menyangkut pendidikan, yaitu Aceh Carong, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga.

Program Aceh Carong menekankan kepada prestasi pendidikan Aceh di tingkat nasional melalui perbaikan fasilitas, kualitas guru, dan peningkatan sistem. Sementara Aceh Meuadab lebih fokus pada upaya mengembalikan khittah Aceh melalui implementasi nilai-nilai keislaman dan program Aceh Teuga fokus pada perbaikan sumber daya generasi mudanya.

“Ajarkan sesuatu yang bermutu bagi siswa sehingga kualitas murid ikut meningkat,” pinta Irwandi pada para guru honorer tersebut.

Gubernur mengkiaskan di masanya dulu, para pendidik dari Aceh dipakai negara tetangga Malaysia sebagai pendidik, padahal fasilitas di masa itu amat terbatas. Namun kini, kata Irwandi, situasi sudah terbalik, masyarakat Acehlah yang kini belajar ke negara serumpun Melayu itu, padahal fasilitas di dalam negeri sudah semakin baik.

Kepada para guru, ia meminta agar memanfaatkan juga kemajuan teknologi, sebagai alat bantu ajar bagi siswa sehingga mutu pendidikan di Aceh meningkat dan tidak tertinggal terlalu jauh dari daerah lain di Indonesia.

“Teknologi sudah sangat tinggi. Manfaatkan sebagai pembelajaran untuk siswa,” kata Gubernur Irwandi.[]

Reporter | Rizal JP/Munawar

Facebook Comments

Komentar

News Feed