full screen background image

Illiza Harapkan Pelajar Melek Teknologi

Share Button
Illiza

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’adudin Djamal, bersalaman dengan guru-guru SMAN 4. Dalam kesempatan itu ia mengharapkan para siswa melek dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan mempergunakannya untuk hal-hal positif. FOTO | Ist

Banda Aceh-Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’adudin Djamal, mengharapkan para siswa melek dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan mempergunakannya untuk hal-hal positif. “Para siswa harus mampu mengoperasikan komputer. Ada yang belum punya e-mail? Atau ada yang belum punya akun media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram? Tapi ingat ya, manfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif,” pinta Illiza saat menjadi inspektur upacara bendera di SMAN 4 Banda Aceh, Senin (1/8/2016) pagi.

Kehadiran Illiza disambut antusias oleh seluruh siswa dan dewan guru sekolah yang tahun ini meraih penghargaan sebagai satu dari sebelas sekolah berintegritas di Banda Aceh dalam penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) dari Mendikbud RI. Dalam amanatnya, Illiza menyampaikan kegembiraannya lantaran dapat bertemu langsung dengan para siswa dan guru SMAN 4.

Ia juga menyampaikan sejumlah pesan bagi para siswa, mulai dari efek negatif akibat kebiasaan merokok hingga ajakan untuk selalu menjaga kebersihan baik lahir maupun batin. “Saya memberikan apresiasi atas kebersihan lingkungan sekolah ini. Saya juga mengapresiasi penghargaan ‘sekolah jujur’ dari Mendikbud untuk sekolah ini,” ujarnya.

Seiring dengan penerapan sistem pendidikan diniyah di seluruh tingkatan sekolah di Banda Aceh, ia mengharapkan agar semua siswa mampu membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran hingga dapat membentuk akhlakul quran. “Lebih tinggi lagi bisa menghapal Al-Quran dan mengajarkannya bagi orang lain. Siapa yang mampu kuasai Al-Quran, maka ia akan mampu kuasai dunia, dan dunia pun akan mendekat pada dirinya,” kata Illiza.

“Mari kita memahami Islam dengan sesungguhnya. Hiduplah dengan penuh kasih sayang dan menghargai perbedaan. Namun jika sudah menyangkut dengan akidah, kita harus memiliki benteng yang kokoh. Hidup ini sementara akhirat selamanya. Hidup sejatinya persiapan bekal bagi kita di akhirat,” sambung Illiza seraya menekankan pentingnya memegang teguh nilai kejujuran dalam kehidupan.

Pada kesempatan itu, Illiza juga mengajak salah satu siswa untuk mendampinginya di tengah lapangan upacara dan memintanya untuk ikut memberikan arahan kepada teman-temannya. Usai berpidato, Muhammad Ramadana -siswa yang maju ke depan- ditanyai Illiza apa yang akan dilakukannya jika nanti berkesempatan menjadi Wali Kota Banda Aceh. Spontan ia menjawab akan memperkuat visi Banda Aceh Model Kota Madani yang saat ini diusung Pemko Banda Aceh.

“Insya Allah jika saya menjadi wali kota, saya akan berupaya agar syariat islam berjalan secara kaffah di Banda Aceh, guna melanjutkan perjuangan Bunda Illiza mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Madani. Selain itu, saya juga akan memperketat aturan jam malam bagi pelajar,” ucapnya.

Menurutnya, malam hari sepatutnya digunakan untuk berisitirahat bagi pelajar sepertinya, dan bukan digunakan untuk nongkrong di Warkop berjam-jam lamanya. Sebagai seorang pelajar, sambung Ramadana, sudah seyogyanya pula turut berkontribusi dalam pembangunan kota, dan hal itu bisa dimulai dari hal-hal kecil dan dari diri sendiri terlebih dahulu.

“Misalnya membiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya, dan ini harus diajarkan sejak usia sekolah PAUD/TK,” pungkas Ramadana yang dipercaya oleh teman-temannya sebagai Ketua OSIS SMAN 4 Banda Aceh.

Reporter | Rizal JP

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM