full screen background image

Informasi ‘Hoax’ Ini Bikin Warga Tak Berani Tidur

Share Button
Warga Tak Berani Tidur

ilustrasi-Korban Gempa Aceh. FOTO | MERDEKA.COM/YAN MUHARDIANSYAHmuhardiansyah 

[clickToTweet tweet=”Informasi ‘Hoax’ Ini Bikin Warga Tak Berani Tidur” quote=”Informasi ‘Hoax’ Ini Bikin Warga Tak Berani Tidur”][social_warfare buttons=”Facebook, Twitter”]

Meureudu-Pasca gempa bumi yang melanda Aceh pada Rabu, 7 Desember 2016 Subuh, khususnya Kabupaten Pidie Jaya, selain telah menghancurkan bangunan fisik dan menelan banyak korban jiwa, ternyata juga masih meninggalkan trauma mendalam bagi sejumlah masyarakat Aceh yang berada di tiga Kabupaten yaitu Pidie Jaya, Pidie, Bireuen dan sekitarnya.

Senja, salah seorang warga Aceh Utara yang berkunjung ke Kabupaten Pidie Jaya untuk melihat kondisi keluarga yang ditimpa musibah gempa di Kabupaten tersebut, mengaku masih trauma dengan kondisi Aceh saat ini.

“Mau tidur tidak berani karena takut gempa lagi, padahal badan sudah lelah dan mata sudah sangat terkantuk sekali,” ujar Senja, dalam pesan BBM Massanger, Jum’at, 9 Desember 2016.

Selain itu, ada juga warga yang merasa tidak berani tidur malam karena ketakutan terhadap gempa susulan yang akan terjadi pada shubuh dini hari tadi. “Tidak berani tidur, masih teringat gempa susulan terjadi nanti shubuh, mudah-mudahan tidak terjadi ya Allah,” harap Dian, salah seorang warga lainnya.

Informasi beredar, gempa susulan berkekuatan 7,9 SR akan kembali mengguncang Aceh pada pukul 05.00 WIB. Sehingga informasi tersebut telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat Aceh khsusnya masyarakat yang berada di Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya seperti Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen.

Menanggapi hal itu, pihak Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, pada Kamis, 8 Desember 2016, juga telah memastikan kabar tersebut hanyalah kabar bohong belaka.

“Informasinya tidak benar, karena dari data trend yang kami amati menunjukkan tidak ada gempa bumi yang lebih besar dari gempa utama. Jadi informasi akan ada gempa susulan 7,9 SR itu tidak benar dan dipastikan bohong,” ungkap Daryono.

Daryono menambahkan, hasil analisis BMKG gempa susulan dipastikan masih akan terus terjadi hingga beberapa hari kedepan dikarenakan proses stabilisasi lempengan bebatuan tektonik, namun menurutnya hanya gempa kecil di bawah 5 Skala Richter saja.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar percaya setiap informasi tentang gempa dan yang lainnya hanya dari lembaga dan kementerian terkait. “Jangan mudah percaya kepada informasi yang tidak benar, percayakan saja informasi dari lembaga dan kementerian yang terkait, seperti BMKG atau BPBA,” pungkasnya. (Red)

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.