oleh

Ingin Bebas Denda Pajak Kendaraan? Bayar di Tanggal Ini

00
stnk-bpkb
ilustrasi STNK dan BPKB. FOTO | TEMPATGADAIBPKB.COM 

“Penghapusan berupa sanksi administrasi atau denda Kendaraan Bermotor (PKB) dan sanksi administrasi atau Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BNKB)”

Padang-Pajak kendaraan anda menumpuk? jangan khawatir, bagi anda yang memiliki denda pajak yang nilainya bahkan melebihi nilai pajak kendaraan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat punya solusinya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali memberlakukan penghapusan pajak kendaraan bermotor, Penghapusan berupa sanksi administrasi atau denda Kendaraan Bermotor (PKB) dan sanksi administrasi atau Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BNKB) terhitung mulai 1 Oktober hingga 30 November mendatang.

“Kebijakan penghapusan tahap II dilakukan untuk mengintensifkan penerimaan pajak daerah,” kata Kepala UPT Samsat Padang Jaya Isman.

Ia mengatakan penghapusan denda pajak dan bea balik nama kendaraan ini disebabkan karena adanya pemotongan dana alokasi umum oleh pemerintah pusat. Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah di sektor pajak kendaraan.

penghapusan ini guna meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan,” jelasnya lagi.

Penghapusan sanksi administrasi ini merupakan kali kedua yang diberikan pada wajib pajak. Pada Januari sampai April lalu, kebijakan ini telah diberlakukan. Pada saat itu, penerimaan pajak daerah yang berhasil didapatkan sebesar Rp18, 78 miliar.

“Itu dari seluruh samsat yang ada di Sumbar. Pada penghapusan sanksi tahap II ini, ditaksir potensi pajak yang bakal diraih Rp10 miliar. Sebesar Rp 7 miliar ditaksir dari Kota Padang,” ucap Jaya Isman.

Menurutnya, pemberlakukan penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor dan sanksi administrasi BBNKB tahap II ini memiliki jangka waktu relatif lebih pendek dibandingkan dengan periode sebelumnya. “Kebijakan penghapusan sanksi administrasi ini tertuang dalam surat keputusan gubernur nomor 903-1038-2016,” ujarnya.

UPTD Pelayanan Pendapatan Provinsi di Kota Padang diberikan target Rp584, 400 miliar dengan rincian target PKB sebesar Rp225,493 miliar dan BBNKB sebesar Rp 358,907 miliar.

Sementara realisasi pajak kendaraan baru sampai 1 Oktober sebesar Rp 305, 448 atau mencapai 80,68 persen, Jaya Isman optimis sampai akhir tahun ini target pajak itu bisa terealisasi.

“Kami optimis target yang ditetapkan akan tercapai, seiring dengan minat masyarakat untuk membayarkan pajak kendaraannya,” pungkas Jaya Isman.

SUMBER | KLIKPOSITIF.COM

Komentar

News Feed