full screen background image

Istana akan Terima 25 Perwakilan Pendemo Anti Ahok

Share Button
demonstran

Demo Anti Ahok pada 14 Oktober 2016. (REUTERS/Beawiharta/CNNINDONESIA.COM)

Jakarta-Sejumlah organisasi masyarakat keagamaan akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara dan Gedung DPR pada hari ini. Rencananya, pihak Istana akan menerima kedatangan para perwakilan demonstran yang akan menyerahkan petisi soal kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur Ahok.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono menyampaikan dari Masjid Istiqlal massa akan jalan kaki melintasi kantor sementara Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) di Kantor Kementerian Kelautan dan perikanan untuk menuju Balai Kota DKI Jakarta.

Kemudian, massa akan melanjutkan perjalanan ke Patung Kuda dan berhenti di depan Istana Negara.

“Nanti rencana perwakilan sekitar 25 orang yang disediakan, beberapa perwakilan dari ulama, pimpinan demo, nanti diterima di Istana, kemudian di sana mereka menyerahkan petisi,” kata Awi saat dihubungi Jumat (4/11).

Setelah dari depan Istana Negara, ia menambahkan, rencananya massa kembali melakukan jalan kaki menuju Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan. Di sana, massa akan diterima oleh perwakilan legislator.

Namun, Awi belum bisa memastikan jumlah massa yang akan turun dalam aksi unjuk rasa ini. Ia memperkirakan jumlah massa sekitar 35 ribu hingga 50 ribu orang.

“Secara pasti, kami belum pastikan. Kami pantau ada beberapa dari luar Jakarta, luar Jawa, kita terus up date ya,” kata Awi.

presiden-undang-organisasi

Presiden Jokowi mengundang organisasi Islam terkait dengan antisipasi demo anti Ahok. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)

Rekayasa Lalu Lintas

Terpisah, Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi aksi kepadatan lalu lintas di rute yang dilalui demonstran.

Rekayasa lalu lintas ini diharapkan menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi pra pengguna jalan yang tidak mengikuti aksi unjuk rasa dalam menjalankan aktivivtas seperti biasa.

“Tujuannya agar situasi tetap kondusif, dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal saat demo berlangsung,” katanya.

Ia menjabarkan, rekayasa lalu lintas dibagi ke dalam tiga situasi.

Pertama, saat massa berkumpul di depan kantor sementara Bareskrim Polri (Kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan), Jalan Medan Merdeka Timur.

Arus kendaraan dari arah Jalan Gajah Mada ke Jalan Medan Merdeka Timur akan dialihkan ke Jalan Juanda kemudian ke Jalan Gunung Sahari.

Selanjutnya, arus kendaraan yang datang dari Tugu Tani atau Kebon Sirih mengarah ke Jalan Medan Merdeka Timur akan dialihkan ke Jalan Medan Merdeka Selatan lalu masuk ke Jalan MH Thamrin.

Kemudian, arus kendaraan dari Senen akan dialihkan ke Jalan Cikini Raya masuk ke Jalan Diponegoro lalu ke Jalan Salemba Raya.

Terus, arus kendaraan dari Jalan Medan Merdeka Barat atau Jalan Budi Kemuliaan yang mengarah ke Jalan Medan Merdeka Timur akan dialihkan ke Jalan MH Thamrin.

Kedua, saat massa berkumpul di Balai Kota DKI Jakarta.

Arus kendaraan dari Tugu Tani yang akan mengarah ke Jalan Medan Merdeka Selatan dialihkan ke Jalan Ridwan Rais lalu ke Jalan Medan Merdeka Timur. Ini masuk ke Jalan Medan Merdeka Utara atau Jalan Perwira terus ke Lapangan Banteng masuk ke Jalan Pasar Baru atau Jalan Veteran Raya, dan masuk Jalan Gunung Sahari.

Sementara itu, arus lalu lintas dari Senen tetap akan dialihkan ke Jalan Cikini Raya masuk ke Jalan Diponegoro lalu ke Jalan Salemba Raya.

Arus lalin dari Senin dialihkan ke Jalan Cikini Raya – Jalan Diponegoro – Jalan Salemba Raya dan seterusnya.

Sementara, arus lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Barat atau Budi Kemuliaan yang akan mengarah ke Jalan Medan Merdeka Selatan dialihkan Jalan Majapahit kemudian ke Harmoni.

Ketiga, saat massa berkumpul di depan Istana Negara.

Arus kendaraan dari Jalan Gajah Mada yang mengarah ke Jalan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Juanda masuk jalan Jalan Pasar Baru. Kemudian dapat ke Jalan Gunung Sahari atau ke Lapangan Banteng, dilanjutkan ke Jalan Pejambon masuk ke Jalan Medan Merdeka Timur dan akhirnya ke Jalan Ridwan Rais lalu ke Tugu Tani.

Kemudian, arus dari Jalan Budi Kemuliaan yang mengarah ke Patung Kuda dialihkan ke Jalan Majapahit masuk ke Harmoni.

Terus, arus dari Tugu Tani atau Jalan Medan Merdeka Selatan mengarah Patung Kuda dialihkan belok ke kiri ke Jalan MH Thamrin kemudian ke Jalan Sudirman.

Keempat, saat massa berkumpul di depan Gedung MPR/DPR/DPD.

Arus dari Cawang yang mengarah ke Gedung MPR/DPR/DPD akan dialihkan ke Jalan Pemuda. Arus di Tol Dalam Kota yang berada tepat di muka Gedung MPR/DPR/DPD akan ditutup, kendaraan bisa keluar di Slipi Jaya.

Kemudian, arus lalu lintas juga akan diterapkan apabila terjadi kepadatan di Jalan Medan Merdeka Barat, Simpang Patung Kuda, Simpang Kebon Sirih, dan Simpang Sarinah.

Arus kendaraan dari Semanggi ke Bundaran Hotel Indonesia akan dialihkan ke Jalan Sutan Sahril lalu ke Jalan Agus Salim.

Sementara itu, apabila terjadi kepadatan di sepanjang Jalan Sudirman hingga MH Thamrin, Semanggi akan digunakan sebagai titik alih arus.

“Rekayasa lalu lintas sifatnya situasional, sesuai kondisi lapangan,” tutur Budiyanto.

Massa dari sejumlah organisasi masyarakat keagamaan rencananya akan melakukan long march untuk menuntut penegakan hukum terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur Ahok.

Hari ini merupakan aksi kedua setelah aksi pertama yang digelar 14 Oktober lalu. Aksi pertama itu juga dihadiri ribuan warga. Sempat terjadi kericuhan kecil dalam aksi pertama tersebut. Namun, secara keseluruhan demonstrasi berjalan relatif aman dan terkendali.

SUMBER | CNNINDONESIA.COM

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.