oleh

Jabatan Kadisdik Aceh Dijabat Syaridin

Banda Aceh-Usai sudah teka-teki siapa yang dipilih Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, untuk duduk dikursi ‘basah’ Dinas Pendidikan Aceh menggantikan pejabat lama Laisani yang kini sebagai pelaksana pada Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Aceh.

Adalah Syaridin, ia dilantik Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf bersama sederet Kepala Satuan Kerja Pemeritah Aceh (SKPA), eselon IIa dan IIb, Jum’at, 4 Mei 2018 petang, di gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh.[Baca Juga: Irwandi Lantik 51 Pejabat Eselon II]

Sebelumnya, Syaridin yang tak lain adalah pria kelahiran Jangka Keutapang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, 31 Desember 1970, pada Senin, 23 April 2018, dipromosikan sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemko Banda Aceh.

Sas-sus Syaridin akan dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh pun kian santer terdengar hingga ke berbagai kalangan.Apalagi, dari sisi prestasi yang ditorehnya selama di Kota Banda Aceh tidak diragukan lagi.Belum lagi dari asal-muasal ia berangkat yaitu tanah kelahirannya yakni Kabupaten Bireuen.

Jum’at sore, suasana haru tergambar kuat dari ruang pelantikan itu.Usai dilantik Gubernur Aceh, hampir semua undangan tertuju pandangan dan menggerumuni mantan Kadisdikbud Kota Banda Aceh ini.[Baca Juga: Akankah Syaridin Ikut Jejak Teuku Ahmad Dadek?] 

Nah, dengan dilantiknya Syaridin sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh, ada sejumlah tumpuan insan pendidikan di Aceh dalam rangka mewujudkan program unggulan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah selaku Kepala Pemeritahan Aceh yaitu mensukseskan Aceh Carong dan menjadikan Aceh Hebat.

Sebagaimana diketahui, Syaridin dan sejumlah pejabat yang dilantik itu merupakan hasil seleksi terbuka atau fit and proper test yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Aceh beberapa waktu lalu.
“Proses seleksi dan penetapan calon Pimpinan Tinggi Pratama, kami nilai telah sesuai ketentuan yang ditetapkan, dan bebas dari intervensi pihak mana pun,” kata Irwandi dalam sambutannya usai pelantikan.
Kepada pajabat yang dilantik, Irwandi meminta untuk segera melaksanakan kegiatan sesuai dengan arah kebijakan Pemerintah Aceh, sebagaimana terkandung dalam visi dan misi Pemerintah Aceh, serta 15 program unggulan Aceh Hebat.
Gubernur Irwandi mengingatkan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar mempertimbangkan manfaatnya kepada masyarakat. “Setiap program kegiatan harus tepat guna dan tepat sasaran,” ujarnya.
Irwandi juga mengimbau agar segera melanjutkan pekerjaan dan melakukan percepatan-percepatan, termasuk kegiatan pelelangan yang sedang berlangsung.
“Saya ingatkan kembali, proses lelang tetap berlaku asas “Hana-Fee. Lelang proyek APBA 2018 dilakukan secara bebas transparan, akuntabel, jujur dan tanpa intervensi. Siapapun memiliki peluang yang sama dalam proses lelang ini,” ujar Irwandi.
Ia mengatakan untuk mencapai target kinerja Pemerintah Aceh, para SKPA harus menghadirkan Inovasi baru, karena dengan adanya inovasi baru pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat.
“Saudara harus mampu berfikir “anti-mainstream” kreatif, taktis, dan produktif,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Irwandi juga menegaskan akan mengawasi dan mengevaluasi kinerja SKPA.
Dia menyebutkan jika SKPA tidak menunjukkan kinerja yang profesional, transparan dan akuntabel, maka akan dilakukan penyegaran kembali agar kinerja pemerintah tetap efektif dan efisien.
“Ini kita lakukan  semata-mata dalam rangka memberikan yang terbaik bagi pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar Irwandi, seraya berharap pejabat yang dilantik menjadi motor untuk pencapaian target pembangunan Aceh.[]
(Editor | M.Zairin)

Komentar

News Feed