full screen background image

Kadisdik Aceh Ibaratkan Pendidikan Seperti Tanaman

Share Button
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Hasanuddin Darjo, MM, saat sedang memberikan arahan kepada siswa di salah satu sekolah dasar di Pulau Banyak, Aceh Singkil (foto Disdik Aceh)

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Hasanuddin Darjo, M, saat berdiskusi dengan siswa dan siswi di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Aceh Singkil. (Foto | Dok. DISDIK ACEH)

DISEIAP pertemuan dengan seluruh insan pendidikan maupun pengambil kebijakan di berbagai daerah di Aceh, Hasanuddin Darjo begitu sering mengibaratkan pendidikan seperti tanaman ‘Akarnya Pahit, Buahnya Manis’.

Untuk mewujudkan semua itu, tentunya dibutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Termasuk dalam upaya mencapai cita-cita percepatan peningkatan mutu pendidikan yang berintegritas. Ini sangat diperlukan adanya peningkatan kinerja guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Dalam lawatannya ke daerah terpencil, berbagai permasalahanpun mencuat. Seperti yang dialami insane pendidik dan kependidikan di Pulau Banyak, Aceh Singkil, yang hingga kini masih kurangnya sarana dan prasarana sekolah, guru PNS hingga tunjangan guru terpencil, yang dapat menyebabkan aktivitas belajar-mengajar di kepulauan tidak maksimal.

Tidak hanya itu, beberapa penyelenggara pendidikan di Pulau Banyak, juga menyampaikan terkait gedung belajar, alat bantu proses belajar-mengajar serta speed boat untuk transportasi siswa dalam menempuh pendidikan dari Teluk Nibung menuju pusat Kecamatan Pulau Banyak. Ini lantaran di Pulau Teluk Nibung tidak memiliki Sekolah SMP dan SMA.
Karenanya, generasi disana harus menggunakan perahu untuk berangkat ke sekolah di Pulau Banyak.

Selain alat transportasi, di kepulauan tersebut juga masih mengalami kekurangan guru, sarana dan prasarana, infrastruktur jalan, kenderaan darat (bus sekolah-red), ruang belajar dan alat belajar.

Miris memang, para guru dan kepala sekolah di SMA Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil terpaksa berkantor di gubuk yang tak berdinding yang juga dijadikan sebagai kantin.

Ia terus menyemangati insan pendidik dan kependidikan di daerah terpencil untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.

Bagi pemerintah Aceh, pendidikan di kota dengan yang di desa sama semua tanpa adanya perbedaan.

“Bahkan, untuk daerah terpencil menjadi fokus utama. Walaupun kita berdomisili di desa (daerah terpencil), namun kualitas pendidikan juga harus lebih baik dan mampu berdaya saing dengan daerah-daerah lainnya ditingkat nasional maupun internasional,” ucap Hasanuddin Darjo, menyemangati insan pendidik dan kependidikan di daerah itu.

Saat ini ada sebanyak delapan Kabupaten di Aceh yang masuk program 3T. kedelapan daerah tersebut meliputi, Aceh Besar, Aceh Barat, Gayo Lues, Simeulue, Pidie Jaya, Aceh Singkil, Aceh Selatan dan Aceh Timur.
Daerah 3T ini akan menjadi kekuatan baru di Aceh.

Pemerintah Aceh juga bakal mengupayakan akses Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Pendidikan di wilayah 3T. Sehingga, dengan akses TIK maka disparitas pendidikan antara kota dan desa dapat sejajar, disamping sisi pelayanan pendidikan haruslah sama di kota maupun di desa serta fungsi pengawasan dilaksanakan secara benar dan tepat sasaran. (ADV)

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM