oleh

Kadisdik Terobos Medan Terjal Pedalaman Aceh

POTRET pendidikan di pendalaman Aceh perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sekerak, Aceh Tamiang, misalnya.Lokasi sekolah yang beroperasi sejak tahun 2016 lalu ini, memiliki medan terjal yang menantang.

Lokasi sekolah tersebut letaknya diseberang sungai tepatnya di Gampong Sulum, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang.Dan, jika ingin mengunjungi sekolah tersebut harus mengarungi sungai melalui sampan warga dari dermaga di Gampong Babo, Kecamatan Kecamatan Bandar Pusaka, dengan jarak tempuh sekira dua mil dari pendaratan atau membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Namun kondisi sulit itu, tak menyurutkan niat Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, untuk menuju ke sana. Ia datang bermodal tekad kuat untuk membangun pendidikan ke arah yang lebih baik, apalagi ia juga ingin ikut menyukseskan visi ‘Aceh Carong’ yang digagas Pemerintah Aceh, sebuah visi untuk memajukan pendidikan di Aceh.

Pagi itu edisi Selasa (26/06/2018), matahari baru saja merambat.Ketika itu sampan milik warga yang ukurannya sangat sederhana mulai merapat di dermaga mini itu.Airnya sungai itu sedang keruh lantaran sedang luapan.

Deru mesin bertanda sampan tersebut siap membelah sungai mengantarkan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin, S.Pd, M.Pd.Lelaki kelahiran Jangka, Kabupaten Bireuen itu turut didampingi Tenaga Ahli Bidang Pendidikan, Drs.Bakhtiar Ishak, Kepala Bidang Pembinaan SMK, Teuku Miftahuddin, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli, S. Pd, M. Pd, Kepala SMA Negeri 2 Banda Aceh, Sarwan Joni, pejabat Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Pengawas, Kepala Sekolah serta para guru.

Ini dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Aceh dalam rangka memastikan akses pendidikan di daerah pedalaman sekaligus memberikan motivasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan “betah” di kelas memberikan transfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik di sana.

Perjalanan tidak semulus di harapkan.Mesin sampan yang ditumpangi Kadisdik Aceh dan rombongan beberapa kali sempat mati seketika, setelah kerusakan pada bagian mesin.Beruntung tekhnisi yang juga pengemudi sampan itu sigap memperbaikinya dan mesin sampan tersebut kembali menyala.

Kepala Dinas pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, saat menuju ke SMA Negeri 1 Sekerak, Aceh Tamiang.
Kepala Dinas pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, saat menuju ke SMA Negeri 1 Sekerak, Aceh Tamiang.

Hari sudah menjelang siang, rombongan Kadisdik Aceh akhirnya tiba juga di dermaga Sekerak.Disana, warga, guru dan siswa sudah bersiap dengan sepeda motor untuk mengantarkan Kadisdik Aceh dan rombongan menuju SMA Negeri 1 Sekerak.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, saat berada di runag kelas SMA Negeri 1 Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, saat berada di runag kelas SMA Negeri 1 Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Tiba di sekolah itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh memasuki ruang kelas untuk berbagi ilmu pengetahuan dan melakukan diskusi dengan pelajar SMA Negeri 1 Sekerak.

Mengawali seremonial, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, melakukan pengguntingan pita dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti bertanda diresmikannya SMA Negeri 1 Sekerak dan SMA Negeri 1 Tenggulun.

“Kunjungan ini kita lakukan untuk memastikan akses pendidikan, prsoses belajar mengajar dan kehidupan para guru yang begitu antusias mengajarkan peserta didik di sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd.

Ia bertekad kunjungan ke daerah-daerah terus dilakukan, sehingga dirinya dapat mengetahui langsung apa saja yang dibutuhkan di sekolah serta Proses Belajar Mengajar (PBM), pemerataan guru hingga sarana dan prasarana di sekolah.

“Jika kita hanya berdiam di kantor di pusat kota, bagaimana kita dapat mengetahui proses belajar mengajar di sekolah dan kehidupan peserta didik,” kata Kadisdik Aceh ini.

Untuk itu, ia memotivasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui proses transfer ilmu pengetahuan kepada pelajar di daerah.Sehingga, cita-cita mewujudkan Aceh Carong dan Aceh Hebat dapat tercapai dengan sempurna.

“Alhamdulillah tantangan itu bisa kita lewati, artinya guru, peserta didik maupun masyarakat membutuhkan perhatian khususnya di bidang pendidikan.Mudah-mudahan, sekolah yang berada jauh dari pusat ibukota ini akan lebih maju lagi dimasa mendatang.Kepada guru saya harapkan untuk terus memberikan yang terbaik bagi generasi bangsa ini,” ungkapnya.

Menurutnya, membangun pendidikan Aceh ke arah yang lebih baik, dibutuhkan peran semua pihak.Sebab, tidak mungkin generasi bisa cerdas tanpa campur tangan semua elemen di Aceh.
“Bersama kita bisa untuk mewujudkan Aceh Carong dan menggapai Aceh menjadi hebat di tingkat nasional maupun Internasional.Itu sebabnya, mari kita bersama-sama untuk turun tangan demi genrasi masa depan bangsa ini,” imbuhnya mengajak.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, saat mengunjungi laki-laki cacat.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, saat mengunjungi laki-laki cacat.

Dalam kesempatan itu, Kadisdik Aceh menyempatkan diri untuk mengunjungi salah seorang laki-laki cacat di Gampong Babo, tepatnya di dusun Bangun Sari, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.

Tenaga Ahli Bidang Pendidikan, Drs.Bakhtiar Ishak, mengapresiasi langkah Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, atas kunjungan kerja ke sekolah-sekolah pedalaman di Aceh.

“Ini patut kita apresiasi apa yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang baru ini untuk melakukan kunjungan kerja ke sekolah-sekolah di daerah.Intinya ada upaya membangun pendidikan dari daerah pinggiran dan hendaknya ini menjadi contoh bagi Kepala SKPA lainnya,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Aceh ini.

Menurutnya, hal seperti inilah yang perlu dilakukan oleh seorang Kepala Dinas. dan bukan sekedar membuat konsep di atas meja.Atas kondisi sekolah di pedalaman itu, Ia menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kepala Dinas Pendidikan Aceh untuk membuat konsep pengembangan peningkatan mutu pendidikan Aceh.

Kepala SMA Negeri 1 Sekerak, Supriadi, S.Pd, menyebutkan saat ini sekolah yang di pimpinnya itu memiliki sebanyak 52 siswa-siswi.Sekolah tersebut menurutnya juga ada peserta didik dari Kabupaten Aceh Timur.

“Di sekolah ini ada lima orang siswa dari Kabupaten Aceh Timur, karena jarak tempat domisili siswa dengan SMA Negeri 1 Sekerak tidak begitu jauh, maka mereka (siswa) memilih sekolah ini sebagai tempat menimba ilmu.Siswa tersebut tinggal dirumah warga Sulum, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang,” sebutnya.

Menurutnya, saat ini sekolah yang dipimpinnya itu mengalami kekurangan terkait tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta sarana dan prasarana.Itu sebabnya, Ia mengharapkan dukungan serius Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pendidikan Aceh.

“Nah, jika ini dapat terakomodir mudah-mudahan kita bisa bersaing dengan sekolah lainnya yang ada di Aceh.Dukungan pemerintah Aceh sangat kita harapkan,” tutupnya.[]

Komentar

News Feed