oleh

Kapolda Metro Akan Tindak Tegas Panitia yang Terima Suap Calon Taruna Polri

Kapolda
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto (Foto: lamhot Aritonang@DETIK.COM)

Jakarta-Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto menjamin proses seleksi penerimaan calon Taruna Polri dilakukan secara transparan dan akuntabel. Panitia yang terbukti menerima suap dari peserta akan ditindak tegas. “Ya itu termasuk itu. Saya sampaikan kadang-kadang ada istilah ‘penembak runduk’ itu istilahnya dia bermain di atas kuda, jadi saat memainkan dia seolah-olah dekat dengan panitia, menawarkan tadi itu supaya lulus dan menerima itu,” ujar Moechgiyarto kepada wartawan.

Hal itu diungkapkan Kapolda usai menandatangani Pakta Integritas Penerimaan Taruna Polri di Tenis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2016). “Jadi saya katakan itu, tidak ada yang demikian itu, jadi ini gratis, percaya diri saja. Karena setiap tahapan akan langsung kita umumkan,” imbuhnya.

Kapolda tegaskan, ia akan memindak tegas apabila ada oknum panitia yang menerima suap untuk meloloskan calon peserta tanpa sesuai prosedur proses seleksi. “Kita proses, kita tegakan hukum itu dan kita akan tindak tegas. Bahwa anggota Polri ada tiga instrumen yang kita kenakan pada mereka, kalau dia kena pidana dan memenuhi dua alat bukti cukup ya kita proses dia. Ya kalau tidak, bisa kena disiplin bisa kema kode etik,” tegas Moechgiyarto.

Terkait penandatanganan pakta integritas, Kapolda berharap bukan hanya seremoni semata, tetapi diimplementasikan dengan baik. Ia meminta kepada para calon peserta untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi setiap tahapan seleksi. “Makanya tadi salah satunya saya katakan kalau ada orang yang memanfaatkan situasi dia menjanjikan akan meluluskan anaknya menerima uang atau sesuatu, laporkan kepada saya,” ungkapnya.

Animo masyarakat untuk mendaftar taruna Polri tahun ini mencapai 15 ribu. Dari 15 ribu tersebut, yang mendaftar sekitar 7.273 (6.363 pria, 910 wanita). Rinciannya adalah, pendaftar calon taruna Akpol ada 977 (880 laki-laki, 97 wanita), Bintara Polri sebanyak 5.219 orang (4.428 laki-laki, 801 wanita), Bintara Polri Khusus Penyidik Pembantu sebanyak 123 orang (111 pria, 12 wanita) dan Tamtama Polri sebanyak 954 orang.

“Sedangkan Akpol kuotanya 38 orang, pendaftarnya sekitar 800 orang. Kita kan dibagi kuotanya, Polda kan ada 32 dibagi (kuotanya) masing-masing Polda. Kita se-Indonesia itu paling banter (kuota untuk Akpol) 300 orang. Kita di Polda Metro dapat (kuota) 38,” lanjutnya.

Sementara persyaratan umum untuk mendaftar Taruna Akpol, Bintara, Bintara Khusus Penyidik Pembantu dan Tamtama tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, syarat minimal tinggi badan untuk wanita yang tadinya pada tahun 2015 minimal 165 Cm, tahun ini menjadi 160 Cm.

Sumber | DETIK.COM

Komentar

News Feed