full screen background image

Kapolri Sarankan Materi Radikalisme Jadi Mata Kuliah di Kampus

Share Button
seminar_melawan_radikalisme

Seminar aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme, Senin, 25 September 2017, di Bali Nusa Dua Convension Center (BNDCC). FOTO | IST

Nusa Dua-Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, menyarankan agar materi radikalisme menjadi mata kuliah di kampus.Permintaan itu disampaikan Jenderal bintang empat itu, pada seminar aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme, Senin, 25 September 2017, di Bali Nusa Dua Convension Center (BNDCC).

“Masalah terorisme dan radikalisme itu seharusnya menjadi mata kuliah di Universitas. Karena menjadi soal yang komplek,” kata Kapolri menjawab tindakan kongrit guna menghalau paham radikalisme di Indonesia dari salah seorang peserta.

Menurutnya, dalam implementasi menghalau radikalisme di Indonesia dibutuhkan integrasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, bahkan masalah radikalisme begitu komplek di tanah air.Dirinya juga mensesalkan atas masuknya paham radikalisme di kampus-kampus yang ada di negeri ini.

“Ditataran implementasi memang masih ada permasalahan radikalisme, intinya harus ada sinergi, intregrasi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Kampus merupakan driving force bagi perubahan di Indonesia,” katanya.

Ia mensesalkan ada perguruan tinggi yang masuk idiologi radikal tersebut.Namun demikian, pihaknya menyatakan siap bekerjasama dengan Perguruan tinggi untuk menangani persoalan tersebut.

Tito menilai, tujuan dari radikalisme selalu ingin melemahkan keberadaan pemerintah, guna mengambil keuntungan politik dengan ancaman kekerasan.”Tujuannya, mendelegitimasi pemerintah, dengan ancaman kekerasan. Itulah tujuanya mendelegitamasi pemerintah sampai tidak mampu melindungi rakyatnya, nah dimana posisi radikalisasi, pengambilalihan kekuasaan,” tambah Tito.[]Redaksi

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.