full screen background image

Ini Kata Abdullah Saleh Terkait Himne Aceh

Share Button
Abdullah Saleh, SH. FOTO | KLIKKABAR.COM

Abdullah Saleh, SH. FOTO | KLIKKABAR.COM

Banda Aceh-Ketua Steering Commite (SC) Sayembara Himne Aceh Abdullah Saleh, mengatakan himne Aceh merupakan implementasi dari kesepakatan MoU Helsinki antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

“Aceh memiliki bendera, lambang dan himne. Dan itu ada pada butir MoU Helsinki. Dimana, UUPA pengaturan dalam bentuk hukum terhadap kesepakatan damai antara RI-GAM sebagaimana tertuang dalam MoU Helsinki yang dituangkan dalam UUPA Nomor 11 tahun 2006,” ujar Abdullah Saleh, SH usai rapat terkait sayembara himne, di ruang Banggar DPRA, Rabu, 22 November 2017.

Abdullah Saleh mengatakan, pada pasal 248 ayat (2) dan (3) ditegaskan bahwa Aceh memiliki bendera, lambang dan himne. “Bendera dan lambang sudah selesai kita bahas, dan sudah selesai ditetapkan qanunnya, yang belum himne maka sekarang kita buat himne,” ujarnya.

Dikatakannya sayembara himne yang dilaksanakan itu tidak ada hubungannya dengan milad GAM 4 Desember.”Milad GAM itu berkaitan dengan rekan-rekan kombantan GAM, mereka mengenang hari perjuangan, sedangkan himne implementasinya dari kesepakatan damai MoU Helsinki, dan tertuang dalam UUPA No 11/2006,” katanya.

“UUPA konstitusional berdasarkan landasan peraturan perundang undangan. Artinya himne yang kita laksanakan ini dalam rangka implementasi UUPA Nomor 11 tahun 2006,” jelasnya.[]

Reporter | Hendra S

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.