oleh

Ini Kata GM PLN Soal Listrik di Aceh

bob-saril
General manager PLN wilayah Aceh, Bob Saril. FOTO | KANAL ACEH 

[clickToTweet tweet=”Ini Kata GM PLN Soal Listrik di Aceh” quote=”Ini Kata GM PLN Soal Listrik di Aceh”][social_warfare buttons=”Facebook, Twitter”]

Banda Aceh-General Manager PLN Wilayah Aceh, Bob Saril, mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah banyaknya pohon-pohon di sekitar jaringan listrik PLN, sehingga saat angin kencang menyebabkan ranting patah atau pohon tumbang yang menimpa jaringan PLN.

“Hal ini bukan hanya bisa membahayakan jiwa manusia tapi juga memaksa PLN melakukan pemadaman untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Selain itu, jaringan listrik di Aceh pasca tsunami dibangun secara serba cepat, sehingga hasilnya tidak maksimal,” ungkap Bob Saril, Senin, 30 Januari 2017, pada diskusi publik bertajuk ‘Kupas Tuntas Kelistrikan Aceh’, di auditorium FKIP Unsyiah, Darussalam, Kota Banda Aceh.

Bob Saril juga menanggapi soal adanya isu kenaikan harga listrik yang beredar di kalangan masyarakat akhir-akhir ini. Menurutnya, hal itu tidak benar, yang ada hanyalah perubahan kebijakan tentang subsidi listrik agar lebih tepat sasaran.

“Mohon ini disampaikan kepada masyarakat, tidak benar bahwa harga listrik naik, tapi pemerintah hanya mengevaluasi agar pemberian subsisdi listrik tepat sasaran kepada masyarakat yang betul-betul tidak mampu,” tutup Bob.

Dalam kesempatan itu, Pemko Banda Aceh yang diwakili oleh Bachtiar, mengatakan kebutuhan listrik di Aceh khususnya di Kota Banda Aceh terus meningkat. “Perubahan pola hidup yang praktis dengan kemajuan teknologi begtu pesat telah membuat kita bergantung terhadap keberadaan energi listrik,” katanya.

Namun, ia menyayangkan kebutuhan energi listrik yang terus meningkat tidak diikuti oleh ketersediaan sumber daya penghasil energi listrik. “Akibatnya, kita sering mengalami pemadaman dan gangguan lainnya yang menghambat aktivitas sehari-sehari. Banyak pula peluang investasi yang terhambat akibat adanya keterbatasan listrik di Aceh,” ujar Bachtiar.

Sesungguhnya, lanjut Bachtiar, tanggungjawab akan ketersediaan listrik ini menjadi beban seluruh masyarakat, meskipun PLN sebagai penyedia kebutuhan listrik bertanggung jawab terhadap ketersediaan listrik dengan berbagai program dan inovasinya.

Di satu sisi, Bachtiar berharap PLN dapat memberikan berbagai alternatif solusi terhadap penyediaan sumber-sumber energi yang terbarukan.

“Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mengundang berbagai investor untuk terlibat dalam pembangunan energi terbarukan tersebut. Pemko Banda Aceh telah melakukan pendekatan dengan berbagai perusahaan energi yang menawarkan teknologi pembangkit listrik tenaga angin maupun tenaga surya,” tuturnya berharap.

Akan tetapi, tambah dia, yang paling penting adalah masyarakat diharapkan untuk semakin cerdas di dalam memanfaatkan energi listrik. “Bukan hanya karena semakin terbatasnya sumber daya penghasil energi listrik, namun juga demi keamanan dan kelestarian alam,” tegas Bachtiar.

Sebagaimana dikeahui, diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pembicara antara lain General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Aceh Bob Saril, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh T Syakur, Ketua Jurusan Teknik Elektro Unsyiah Nasaruddin, dan Asisten Pemerintahan Setdako Banda Aceh Bachtiar.

[Penulis | Kontributor Banda Aceh/*]
[Editor   | Rizal JP]

Facebook Comments

Komentar

News Feed