oleh

Ini Kata Penutup Paslon Di Penghujung Debat

penutup-debat
Menjelang penghujung debat terbuka pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur pemilihan serentak Pilkada Aceh, yang berlangsung, Selasa, 31 Januari 2017, di Gedung Amel Convention Hall, tepatnya di jalan Prof. Ali Hasjmi, Simpang BPKP, Kota Banda Aceh. FOTO | KIP ACEH 

[clickToTweet tweet=”Ini Kata Penutup Paslon Di Penghujung Debat” quote=”Ini Kata Penutup Paslon Di Penghujung Debat”][social_warfare buttons=”Facebook, Twitter”]

Banda Aceh-Debat terbuka pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur pemilihan serentak Pilkada Aceh, yang berlangsung, Selasa, 31 Januari 2017, di Gedung Amel Convention Hall, tepatnya di jalan Prof. Ali Hasjmi, Simpang BPKP, Kota Banda Aceh, akan tiba dipenghujung acara.

Diperoleh dari laman resmi KIP ACEH, menjelang debat berakhir itu, masing-masing kandidat diberikan waktu masing-masing 1 menit 30 detik, untuk menyampaikan kata-kata penutup atau closing statement. Setelah itu, debat publik berakhir pada sore tadi.

Pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Tarmizi A. Karim dan Machsalmina Ali menyampaikan penilaiannya selama ini Aceh bergantung pada dana dan SDM yang melimpah ruah, sementara untuk kelola pemerintahannya masih belum bagus.

“Masyarakat Aceh, Pilkada tinggal hitungan hari, jangan keliru memilih dan bisa memilih seusai hatinya. Sekarang bukan waktunya untuk coba-coba, tapi memilih pemimpin merupakan langkah awal untuk menyelesaikan pembangunan dan persoalan rakyat,” ujar Tarmizi.

Sementara paslon nomor urut 2, Zakaria Saman dan T. Alaidinsyah mengatakan, pemimpin harus konsisten terhadap apa yang ia katakannya. “Jangan suka untuk mengambil harta orang lain,” ucap Zakaria Saman. T. Alaidinsyah berharap, pemimpin Aceh dimasa mendatang mengedepankan kejujuran.

Abdullah Puteh dan Sayed Mustafa sebagai paslon nomor urut 3 menyatakan komitmennya ingin memimpin Aceh. “Karena itu, kami ingin tunjukkan contoh, kami tidak ingin memakai mobil mewah dan gaji kami kecil saja,” ujar Abdullah Puteh.

Mereka akan melakukan upaya menurunkan kemiskinan, berdayakan orang-orang miskin, dan membangun Aceh dengan cepat.

Paslon nomor urut 4, Zaini Abdullah dan Nasaruddin mengatakan, akan memperhatikan PNS, terutama guru, tenaga kesehatan, dan petugas pertanian di daerah terpencil. Kemudian juga meluaskan ruas jalan di pedalaman untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pedalaman.

“Marilah kita jaga kedamaian ini untuk seluruh rakyat Aceh,” ucap Zaini.

Paslon nomor urut 5, Muzakkir Manaf dan TA Khalid menyampaikan, membangun negeri memperlukan kecerdasan. Karenanya, sehebat apapun eksekutif, tetap memerlukan legislatif untuk mengesahkan anggaran.

Sedangkan paslon nomor urut 6, Irwandi Yusud dan Nova Iriansyah mengatakan, Aceh merupakan daerah yang spesial, ditangani dengan spesial, dan pemimpinnya juga harus spesial.

“Tanggal 15 Februari 2017 kita akan ke TPS, jangan golput saudara-saudaraku. Mari kita kembangkan pilkada halal,” ujarnya.

Editor | Rizal JP

Komentar

News Feed