oleh

Kemenkeu dan Bappenas Bahas Materi Usulan DAK Aceh

Sekretaris Daerah Aceh
Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM, pada rakor singkronisasi dan harmonisasi kegiatan dana alokasi khusus fisik untuk Aceh tahun 2017, Senin, 26 September 2016, di gedung serbaguna sekretariat daerah setempat. FOTO | Ist

Banda Aceh-Kementerian Keuangan RI bersama Bappenas, membahas sejumlah materi penting yang tertuang dalam usulan DAK fisik yang sebelumnya telah disampaikan oleh Pemerintah Aceh pada Juni 2016 lalu. Pembahasan yang dirangkum dalam rapat koordinasi singkronisasi dan harmonisasi kegiatan dana alokasi khusus fisik untuk Aceh tahun 2017, berlangsung Senin, 26 September 2016, di gedung serbaguna sekretariat daerah Aceh.

Rapat Koordinasi tersebut dilaksanakan untuk melakukan sinkronisasi terkait rencana kegiatan pembangunan nasional di Aceh yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus tahun anggaran 2017.

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah melalui Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM menyampaikan, dana alokasi khusus atau disingkat DAK merupakan dana yang bersumberkan dari APBN yang dialokasikan ke daerah untuk mendanai kegiatan khusus yang menjadi urusan daerah bersangkutan sesuai dengan skala prioritas nasional.

“DAK diberikan untuk membantu daerah dalam mendanai kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana pelayanan dasar, sehingga mampu mendorong percepatan pembangunan sesuai sasaran prioritas nasional. Khusus untuk Aceh usulan DAK tahun 2017 telah disampaikan kepada Pemerintah Pusat pada Juni lalu, hari ini Kementerian Keuangan dan Bappenas akan membahas kembali materi-materi penting yang tertuang dalam usulan DAK fisik yang kita sampaikan itu,” kata Zaini.

Dalam rapat koordinasi tersebut, kata dia, akan dibahas beberapa hal terkait dana alokasi khusus antara lain hasil verifikasi dan penilaian tentang usulan program pembangunan Aceh yang didanai dari DAK fisik oleh kementerian keuangan dan bappenas serta memastikan kesiapan pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota untuk melaksanakan kegiatan yang direncanakan.

“Pertemuan ini sangat penting dalam merencakan pembangunan Aceh pada anggaran tahun depan. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik,” ujar Zaini.

Seusai rakor tersebut, katanya lagi, ada beberapa tahapan lain yang harus dialui antara lain, penetapan PAGU per bidang, penghitungan alokasi sementara, perlunya pertimbangan DPD atas kebijakan DAK danlainya. “Jika semua ini selesai, Insya Allah pada Oktober 2016, DAK Fisik tahun 2017 untuk Aceh dan seluruh provinsi Indonesia lainnya sudah dapat kita ketahui bersama,” kata Zaini.

Wakil Ketua Komite IV DPD RI Ghazali Abbas mengingatkan semua pihak agar dapat memegang amanah yang sudah diberikan oleh masyarakat. “Sebesarapapun dana yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, harus kita gunakan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Ghazali Abbas.

Untuk itu ia berharap, semua pihak yang ikut dalam rakor tersebut dapat memanfaatkan kesempatan yang sudah diberikan sehingga program-program yang sudah direncan akan dapat dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan dan tepat sasaran.

Reporter | Rizal JP

Facebook Comments

Komentar

News Feed