oleh

Kementerian P3A Gelar Pelatihan SDM Jurnalisme Sensitif Gender

Share Button

Banda Aceh-Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (P3A) Republik Indonesia (RI) menggelar pelatihan sumberdaya manusia terhadap jurnalisme sensitif gender.Pelatihan yang diikuti para pekerja pers cetak, online itu berlangsung selama dua hari atau sejak 3 hingga 4 Mei 2018, di Hotel Kryad Banda Aceh.

Deputi Partisipasi Masyarakat, Agustina Erni, mengatakan, perempuan dan media merupakan salah satu dari 12 area kritis yang terdapat dalam kerangka aksi Beijing 1995 yang memberikan instrument aksi bagi pemerintah, masyarakat sipil, organisasi internasional dan media dalam rangka meningkatkan kesetaraan gender.

Dikatakannya, di Indonesia, kerangka aksi Beijing dijdikan salah satu tolak ukur dalam memastikan terwujudnya media yang sensitive gender yakni tertuang dalam Inpres No9 tahun 2000 tentang pengarusutamaan Gender, media dan gender menjadi salah dari tujuh tujuan strategis yang hendak dicapai.

Menurutnya, dalam kerangka aksi Beijing 1995 tujuan strategis yang hendak dicapai dalam area media dan gender, salah satunya meningkatkan akses dan partisipasi perempuan dan memberikan akses untuk berekspresi serta akses pada pengambilan keputusan melalui media dan teknologi komunikasi.

“Serta mempromosi sebuah gambar (potret) tentang perempuan dan anak perempuan yang seimbang dan menghilangkan prasangka negative (Stereotype), mendorong pelatihan yang sensitive gender bagi para pekerja media dan mengambil langkah langkah fektif dalam menentang pornografi,” paparnya.

Katanya lagi, pekerja media yang bisa dan memiliki prasangka gender merupakan kendala utama bagi beragamnya potret tentang perempuan dan representasi (Keterwakilan) perempuan di media.Sebelum para pekerja media dan editor (redaksi bekerja sebagai jurnalis, mereka telah dikonstruksi sebagai perempuan dan laki laki.

Konstruksi tersebut, lanjutnya, mempengaruhi mereka dalam melaporkan, memotret dan memberikan akses pada perempuan di media.”Penelitian yang dilakukan oleh media Watch diseluruh dunia menunjukkan bahwa berita berita dan reportase sebagian besar dilakukan dengan cara pandang (perspektif) laki-laki,” tuturnya.

Untuk itu, diperlukan pelatihan yang lebih resposif gender bagi media guna membantu para pekerja maedia untuk memahami dan mengenali serta mampu menganalisis relasi antara perempuan dan laki laki secara seimbang dalam menganalisis berbagai fakta, isu data dari perspektif gender dan HAM secara struktur.

Dengan demikian, peran media sebagai penghibur, pemberian informasi, pendidikan, dan mengubah sikap dan perilaku dapat berprespektif gender dan ramah anak.Dia berharap, pelatihan bagi SDM Media Cetak tentang Jurnalisme sensitive gender ini berjalan dengan baik.

Kepala Dinas PPPA Aceh, Teuku Syarbaini, berharap pelatihan ini dapat menambah pengetahuan dan menjadi ilmu yang bermafaat bagi masyarakat.

“Khusus SDM media cetak di Provinsi Aceh dalam menyajikan berita yang berkualitas, yang tidak bias gender dan sensitive gender, serta memiliki kepedulian terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Karenanya, Syarbaini, berharap setelah pelatihan ini para jurnalis lebih lagi memiliki pemahaman dan kompetensi serta meningkatkan komitmen media dalam pelaksanaan reportase tentang jurnalistik yang sensitive gender serta ramah-tamah.

Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman mengatakan pelatihan yang dilaksanakan tersebut sangat bermanfaat bagi wartawan. Apalagi pelatihan yang dilaksanakan ini, Aceh merupakan provinsi yang pertama dilaksanakan, dan peserta yang dihadirkan telah memenuhi korum. Dimana keterwakilan dari kaum perempuan yakni wartawati juga sudah terpenuhi.

Tarmilin berharap wartawan yang mengikuti pelatihan tersebut agar dapat mengambil manfaat dan ilmunya.”Wartawan itu harus terus belajar dan jangan henti hentinya untuk terus belajar dan belajar,” katanya, seraya berharap setelah mengikuti pelatihan nantinya ada pengetahuan sikap dalam menulis.

Hadir dalam pembukaan tersebut para nara sumber baik pusat maupun daerah, fasilisator, serta sejumlah para undangan.[]

(Editor | M.Zairin)

Facebook Comments

Komentar

News Feed