oleh

Kemeriahan “Semarak Hardiknas” Terasa Hingga ke Daerah

Share Button

Jakarta-Tahun 2018 ini, kemeriahan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tidak hanya terasa di ibu kota, namun sampai ke daerah-daerah. Semua unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bergotong royong menyelenggarakan “Semarak Hardiknas 2018” di wilayahnya masing-masing. Kegiatan ini juga didukung komunitas pendidikan dan kebudayaan di daerah.

Kegiatan menyemarakkan Hardiknas 2018 ini digelar dari tanggal 21 sampai dengan 28 April 2018. Tema yang diusung sama dengan tema peringatan Hardiknas yaitu “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Kegiatan-kegiatan seperti pameran, lomba, bedah buku, seminar, bursa usaha, bioskop keliling, serta diskusi pendidikan dan kebudayaan dilaksanakan selama sepekan dan terbuka untuk umum.

Di sejumlah daerah kegiatan Semarak Hardiknas disatukan dengan peringatan Hari Buku Sedunia dan Hari Kartini. Di Serang Banten digelar festival literasi untuk memperingati tiga hari penting bagi gerakan literasi ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membuka festival literasi ini, Sabtu (21/4/2018). Mendikbud juga membuka Semarak Hardiknas di kota Yogyakarta dan Malang Jawa Timur.

Kemeriahan tidak hanya terasa di Pulau Jawa, namun juga di Indonesia bagian timur. Di Papua Barat misalnya, kegiatan Semarak Hardiknas juga berlangsung meriah. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Papua Barat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat dan sejumlah sekolah rujukan menggelar berbagai acara pendidikan dan kebudayaan. Acara seperti seminar, pentas seni, bazar buku murah, dan pemutaran film nasional mendapat sambutan antusias dari masyarakat Papua Barat.

“Ini pertama kalinya UPT Kemendikbud di 34 provinsi, di seluruh Indonesia bersinergi menyelenggarakan kegiatan bersama-sama untuk menguatkan pendidikan dan kebudayaan. Ke depan sudah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri memajukan pendidikan kebudayaan,” kata Mendikbud di Malang, minggu yang lalu.

Mendikbud juga berharap kegiatan ini bukan sekadar peringatan saja, namun punya manfaat untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan. Muhadjir juga berharap tahun-tahun mendatang kegiatan seperti ini bisa digelar dalam waktu yang lebih lama. “Kalau tahun ini hanya sepekan, semoga tahun depan bisa dilaksanakan satu bulan penuh, bulan pendidikan dan kebudayaan,” ujar Muhadjir.[]

Sumber | KEMDIKBUD.GO.ID 

Facebook Comments

Komentar

News Feed