full screen background image

Kepala BPBA: 230 Desa di Aceh Rawan Bencana

Share Button
said-rasul

Kepala BPBA Aceh, Said Rasul. FOTO | LINTASGAYO.CO 

Banda Aceh-Sebanyak 230 desa (gampong) di provinsi Aceh, dilaporkan tergolong sebagai desa rawan bencana. Namun dari 230 desa, baru 53 desa yang telah mendapatkan alokasi anggaran untuk kebencanaan.

Demikian diungkapkan Kepala BPBA Aceh, Said Rasul, Kamis, 17 November 2016, saat menerima kunjungan rombongan Komisi VIII DPR-RI, yang berkunjung ke Kota Banda Aceh. Kedatangan Komisi VIII DPR-RI beserta rombongan terkait program Desa Tangguh Bencana (Destana).

“Sumber dana dari BNPB 12 Desa, APBA 2 desa, IOM-DPRA 18 desa, Pemko Langsa 10 desa, Palang Merah Jepang 3 desa, Palang Merah Amerika 5 desa dan Pemkab Singkil 3 desa. Jadi ada 53 Desa yang sudah mendapatkan anggaran untuk program kebencanaan,” ungkap Said Rasul.

Dalam kesempatan tersebut, Said Rasul menyebutkan, pada tahun 2017 usulan rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana mencapai Rp. 700 Miliar untuk seluruh Aceh, sebutnya.

Plt Walikota Banda Aceh, Ir Hasanuddin Ishak, menyampaikan Kota Banda Aceh mempunyai sebanyak 20 desa pesisir yang tergolong dalam wilayah rawan bencana. Karena itu, seluruh desa tersebut diharapkan dapat dimasukkan kedalam program Desa Tangguh Bencana (Destana).

“Ada 20 Desa di Banda Aceh, kita harapkan dapat juga masuk ke dalam program Destana meskipun secara bertahap,” harap Hasanuddin kepada rombongan Komisi VIII DPR-RI.

Reporter | Rizal JP

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.