oleh

Kepala Daerah Peduli TIK untuk Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2018

Jakarta-Berprestasi dalam memajukan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pendidikan di daerahnya masing-masing, sebanyak 5 Gubernur, 7 Walikota dan 4 Bupati, menerima penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) tahun 2018 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Penghargaan tersebut diserahkan Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, pada malam Anugerah Kihajar ke-7 tahun 2018, di Jakarta, Jum’at, 12 Oktober 2018.Adapun Kepala Daerah yang diberikan penghargaan Kihajar tahun 2018 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berdasarkan provinsi dan kategori.

FOTO | Screenshot penghargaan Kihajar tahun 2018 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berdasarkan provinsi dan kategori.

Sementara juara I Lomba Aplikasi Mobile Kihajar 2018 kategori pelajar diraih Fanny Farida berasal dari SMK Negeri 1 Jember, Jawa Timur, dengan judul karya Bee Story.Kategori guru diraih Fendy Novafianto, M.Pd (SMK Bhakti Nusantara, Boja Kendal, Jawa Tengah), judul karya Misteri Induksi Magnet.

Selanjutnya kategori umum Virtual Lab diraih Agus Arifin Anwar dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dengan judul karya Physic Lab XI.Kategori umum game edukasi diraih Nurrohmat Hidayatulloh Akbar dari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, judul karya ABC Alfabet.

Untuk penghargaan radio peduli pendidikan dan kebudayaan 2018 diraih Pekalongan, Jawa Tengah yaitu radio Rasika Pekalongan-88.9 FM, dengan programnya feature Sintren.

Pada lomba membatik 2018 kategori bahan belajar terbaik SD, juara I diraih Muhammad Ikhwan (Guru SDN Sungai Rangas Kabupaten Banjar), judul karya Penggolongan Hewan. Kategori bahan belajar terbaik SMP diarih Sutriono Hariadi (Guru SMPN 8 Kota Probolinggo), judul karya, Media Pasinaon Teks Tanggapan Dheskriptif Basa Jawa.

Kategori bahan belajar terbaik SMA diraih Fendy Novafianto, M.Pd (Guru SMAN 1 Boja Kendal), judul karya, Rahasia Sifat Bahan. Kategori bahan belajar terbaik SMK diraih I Nyoman Duwika Adi Ana (Guru SMK Negeri 1 Bebandem Bali), judul karya, Menggambar Kartun.

Kategori bahan belajar konten budaya terbaik diraih Exwan Andriyan Verrysaputro (Guru SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta), judul karya, Sarana Pasinaon Interaktif Wayang.

Pemenang tantangan ensiklomedia kategori pelajar diraih Fatimatuzzahro dari SMA IT Al Madaniyah Samuda, Mantaya Hilir Selatan, Kalimantan Tengah, judul The Power of Intergral. Kategori guru diraih Yuli Andari, ST (SMPN 1 Pundong, Bantul, DI Yogyakarta), judul Mesin Pencari (Search Engine).Sedangkan kategori umum diraih Brillianna Angger Widiyasgiri dari SMKN 1 Klaten, Jawa Tengah, judul karya Labuhan.

“Kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan sulit dihindari, selain tuntutan kemajuan zaman, juga karena kondisi negara Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau maka TIK merupakan salah satu solusi terhadap proses pembelajaran yang bermutu.Kemendikbud memberikan apresiasi kepada daerah yang sudah berupaya keras dalam memajukan pendidikan dengan mendayagunakan TIK di wilayahnya,” ujar Didik Suhardi, seperti dilansir Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat¬†KEMDIKBUD.GO.ID.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para pemenang Kuis Kihajar, Lomba Mobile Kihajar, Radio Peduli Pendidikan dan Kebudayaan, Ensiklomedia, Membatik (membuat bahan belajar berbasis TIK) , serta Duta Rumah Belajar.

“Saya mengapresiasi anak-anak yang telah mengikuti kuis Kihajar tahun 2018 ini, juga kepada para guru yang telah mendidik anak-anak serta kepada teman-teman di dinas pendidikan yang telah bekerja keras menyelenggarakan Kuis Kihajar di provinsinya masing-masing,” katanya lagi.

Anugerah Kihajar tahun 2018 mengangkat tema “Pendayagunaan TIK Pendidikan dan Kebudayaan dalam Menyiapkan Generasi Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Dengan tema tersebut diharapkan Anugerah Kihajar dapat menjadi tolok ukur perkembangan TIK untuk pendidikan di Indonesia.

“TIK bisa meningkatkan penyerapan teknologi pada siswa karena mereka akan mudah menyerap ilmu dari tampilan yang lebih beragam. Melalui TIK, kita bisa mendatangkan laboratorium alam ke kelas,” jelas Didik.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2018 kepada 5 Gubernur, 7 Walikota dan 4 Bupati, yang berprestasi dalam memajukan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pendidikan di daerahnya masing-masing.(FOTO | Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat KEMDIKBUD)

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom), Gogot Suharwoto, menerangkan Anugerah Kihajar untuk gubernur, bupati/walikota diberikan sebagai penghargaan kepada pemerintah daerah yang berprestasi dalam pendayagunaan TIK untuk pendidikan, baik dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan administrasi di sekolah dan lembaga pemerintah yang terkait dengan pendidikan.

Proses penilaian dilakukan sejak Juni hingga Agustus 2018 oleh tim juri dari kalangan perguruan tinggi, pakar TIK, komunitas TIK dan kalangan internal Kemdikbud, yaitu Pustekkom. Setelah melalui proses penilaian oleh tim juri, ditetapkan nama penerima anugerah berdasarkan 4 kategori yaitu, utama, madya, pertama dan khusus.

Sedangkan, kuis Kihajar adalah kuis yang diikuti oleh siswa jenjang SD, SMP, SMA dengan memanfaatkan TIK dalam pelaksanaannya. Jumlah peserta Kuis Kihajar dari tahun ke tahun terus meningkat.

Tahun ini berjumlah 38.369 orang, diantaranya 29.521 orang melalui kuis harian website, 1.356 orang melalui kuis harian TVE, 4.983 orang melalui seleksi provinsi, dan 2.509 orang melalui seleksi kabupaten dari 34 provinsi di Indonesia.

Setelah melalui penyeleksian yang ketat terpilihlah 120 siswa terbaik, selanjutnya diundang ke Jakarta mengikuti Kuis Kihajar tingkat nasional. Pemenang Kuis Kihajar tingkat nasional sekaligus menjadi Duta Kihajar.

Lomba Mobile Kihajar merupakan lomba yang diarahkan pada pembuatan media pembelajaran berbasis device mobile dengan karya berupa aplikasi atau konten pembelajaran yang dijalankan pada perangkat gawai.

Lomba ini terdiri dari kategori pelajar bertema sosial budaya, kategori guru bertema mata pelajaran, kategori umum bertema V-Lab, dan kategori umum bertema game edukasi. Tema Lomba Mobile Kihajar tahun ini “Optimalkan Gawai untuk Belajar” dangan karya yang masuk berjumlah 299 karya dari 34 provinsi di Indonesia. Pada akhirnya terpilih 3 juara untuk masing-masing kategori.

Penghargaan kategori Radio Peduli Pendidikan dan Kebudayaan diselenggarakan untuk memberikan semangat pada stasiun radio mitra di seluruh Indonesia untuk mengembangkan dan menyiarkan bahan siaran radio yang bertema pendidikan dan kebudayaan.

Syarat utama penilaian adalah stasiun radio sudah menjadi mitra Radio Edukasi Yogyakarta dan memiliki program siaran pendidikan dan kebudayaan versi rekaman.Lomba selanjutnya adalah Tantangan Ensiklomedia. Lomba ini merupakan kompetisi untuk guru dan siswa dalam pembuatan video dengan dua kategori, yaitu Video Pendidikan dan Video Eksplorasi Kebudayaan di Indonesia.

Tahapan pelaksanaan kategori Video Pendidikan adalah guru mengakses http://ensiklomedia.tve.kemdikbud.go.id lalu memilih topik video yang menarik. Dalam setiap video yang dipilih, guru membuka Saung Diskusi, di dalamnya guru dapat memberikan minimal 10 topik tantangan.

Siswa bergabung dalam Saung Diskusi dan mengerjakan tugas sesuai topik tantangan yang dibuat oleh guru. Tahapan yang dilaksanakan untuk kategori Video Eksplorasi Kebudayaan Indonesia adalah guru atau siswa mengunjungi objek budaya dan membuat program video dengan durasi minimal 5 menit dalam format mp4 HD. Kemudian diunggah di http://ensiklomedia.tve.kemdikbud.go.id dengan tag #Ensiklomedia Explorer.

Selanjutnya, Duta Rumah Belajar merupakan guru-guru terpilih yang menjadi perpanjangan tangan Pustekkom Kemendikbud dalam melakukan sosialisasi pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK di daerahnya.

Ada empat tahapan seleksi yaitu level pertama literasi, level kedua implementasi yang dilakukan secara online. Selanjutnya pada level tiga kreasi dan level empat berbagi, dilakukan secara tatap muka, dengan sistem penyisihan di setiap levelnya.

Terakhir, pada kategori lomba MemBaTIK atau membuat bahan belajar berbasis TIK merupakan kegiatan lomba untuk membuat media bahan belajar berbasis TIK oleh para guru dari seluruh jenjang pendidikan.

Jenis medianya dapat berupa video pembelajaran dengan format mp4 berdurasi 3-10 menit, media presentasi maksimal 25 slide, dan media multimedia interaktif dengan format berupa swf dan HTMLS.exe.

Seleksi lomba berlangsung sejak bulan Juni hingga September 2018 dan telah terpilih 5 pemenang karya terbaik.”Saya mengucapkan selamat kepada para pimpinan daerah yang mendapatkan anugerah, dan para siswa, guru, maupun masyarakat umum yang telah mendapatkan juara. Semoga penganugerahan ini dapat memberikan motivasi bagi kepala daerah untuk terus mengoptimalkan peran TIK untuk pendidikan dan kebudayan di daerah masing-masing,” pungkas Didik.[]

(Sumber | KEMDIKBUD.GO.ID)
(Editor    | Redaksi)

Komentar

News Feed