full screen background image

Kepala SKPA Dilarang Keluar Daerah

Share Button
Zaini Abdullah

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah (kiri) bersama Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan, MM, pada rapat bersama seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk membahas berbagai persiapan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke 15 di Ruang P2K Setda Aceh, Senin, 6 Maret 2017. FOTO | IST

Banda Aceh-Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah menggelar rapat bersama seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk membahas berbagai persiapan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke 15 di Ruang P2K Setda Aceh, Senin, 6 Maret 2017.

Untuk memastikan seluruh persiapan Penas KTNA berjalan lancar, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah melarang seluruh Kepala SKPA untuk melakukan perjalanan ke luar daerah. “Kalau tidak ada kepentingan yang mendesak, jangan ada yang keluar daerah,” kata Zaini Abdullah dalam rapat evaluasi persiapan Penas KTNA diruang rapat P2K Setda Aceh.

Zaini Abdullah mengatakan, larangan tersebut untuk memastikan seluruh SKPA bekerja maksimal guna menyukseskan event nasional tersebut. Apalagi, Aceh ditunjuk sebagai tuan rumah Penas KTNA ke XV yang dijadwalkan bakal berlangsung 6 hingga 11 Mei 2017 mendatang dan dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, sedangkan untuk penutupan akan dihadiri oleh Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla.

“Rapat ini untuk memastikan seluruh kebutuhan kegiatan Penas KTNA benar-benar telah kita persiapkan secara matang agar seluruh rangkaian acara berjalan dengan sukses,” kata Zaini Abdullah.

Zaini Abdullah mengingatkan, PENAS-KTNA ke-15 nanti merupakan event besar yang akan dihadiri lebih dari 20 ribu peserta mewakili 33 provinsi dan 500 kab/kota se-Indonesia dan dari luar negeri.

Untuk itu lanjut Zaini, seluruh persiapan harus benar-benar dibahas secara intensif agar Aceh mampu memberikan yang terbaik untuk mensukseskan acara tersebut. “Menjadi tuan rumah pelaksanaan PENAS-KTNA merupakan cita-cita kita sejak lama, karena kita yakin kegiatan itu sangat bermanfaat untuk mendorong kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Aceh,” ujar Zaini.

Sektor pertanian dan perikanan kata Zaini sangat penting karena banyak masyarakat Aceh yang menggantungkan hidupnya dari dua sektor tersebut. Selain itu, sektor pertanian dan perikanan merupakan penyumbang terbesar bagi Produk Domestic Regional Bruto Aceh.

“Penguatan sektor Perikanan dan pertanian Aceh sangat menentukan laju perekonomian Aceh ke depan, mengingat kedua sektor ini sangat potensial untuk terus dikembangkan,” kata Zaini.

Pada kesempatan tersebut, Zaini Abdullah meminta seluruh lembaga terkait dan aparatur sipil negara di Aceh untuk berbuat yang terbaik dan berkontribusi agar pelaksanaan Penas KTNA berjalan sesuai dengan harapan.

“Persiapan demi persiapan harus benar-benar kita matangkan dari sekarang, masih ada waktu sekitar tiga bulan lagi, maka evaluasi atas semua persiapan itu harus terus kita lakukan,” tegas Zaini.[]

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM