full screen background image

Kereta Perintis Aceh Beroperasi Lagi, Warga Bergembira

Share Button
kereta-api

Puluhan warga menaiki kereta api di Terminal Krueng Mane, Aceh Utara, Jumat (11/11/2016). FOTO | Masriadi/KOMPAS.COM 

Lhokseumawe-Puluhan warga berjejer di Terminal Kereta Api Krueng Geukuh, Aceh Utara, Jumat (4/11/2016). Mereka menempuh perjalanan sepanjang 11,3 kilometer dari Krueng Geukuh ke Krueng Mane di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, dengan kereta api.

Sehari sebelumnya, Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan RI, Edi Nur Salam, meresmikan operasional kereta api itu. Sebelumnya, tiga tahun lalu, rute perintis ini dihentikan. Dianggap tidak ekonomis menjadi moda transportasi.

“Ingin merasakan bagaimana naik kereta api saja. Apalagi harga tiketnya hanya Rp 1.000 per orang,” ungkap Rukiah, warga Krueng Geukuh, Aceh Utara.

Setelah turun di terminal Krueng Mane, Rukiah yang membawa dua putranya pun berdiri sejenak. Lalu, naik lagi kembali ke Krueng Geukuh, Aceh Utara.

“Biar anak-anak tahu, begini rasanya naik kereta api,” katanya.

Antusiasme masyarakat menggunakan kereta api itu sekadar menjadi obyek wisata. Maklum, puluhan tahun silam, kereta api telah berhenti di Aceh. Hal itu diakui Edi Nur Salam.

“Saat ini, jalur kereta api yang sudah beroperasi memang masih sangat pendek, namun bukan hanya sebatas ini saja. Program untuk mengembangkan jalur kereta api keseluruh Aceh akan terus dilakukan,” ujar Edi Nur Salam.

Dia menjelaskan, kereta api tersebut akan beroperasi 10 kali perjalanan dalam sehari dan mampu mengangkut penumpang sebanyak 192 orang, dengan waktu tempuh 32 menit.

Sebelumnya, kereta api Aceh sempat beroperasi, namun terhenti diakibatkan karena mengalami kecelakaan dan pihak kepolisian memasang garis polisi, namun sekarang persoalan tersebut telah diselesaikan.

“Sekarang kami sudah mencoba untuk mengoperasikan kembali, merawat dan masyarakat harus mendukung adanya transportasi kereta api ini, terutama untuk masalah sektor keamanan sehingga tidak ada lagi terjadi kecelakaan,” tutur Edi.

Dia menyebutkan, jalur kereta api yang sangat pendek itu diakibatkan keterbatasan anggaran. Meski begitu, Edi menargetkan, pengerjaan proyek kereta Api Trans Sumatera akan selesai pada tahun 2019, dengan jalurnya dari Provinsi Aceh sampi ke Bandar Lampung, tentunya untuk mengerjakannya membutuhkan dukungan dari semua pihak.

“Tahun depan, kami sudah mulai membangun pengerjaan proyek Kereta Api Trans Sumatera, dengan jalur dari Sumatera Utara sampai ke Kabupaten Langsa, nantinya baru dilanjutkan jalur dari Langsa sampai ke Lhokseumawe dan Bireuen”, kata Edi Nur Salam.

Sejarah kereta api Aceh dimulai tahun 1970 dengan rute sampai ke Medan, Sumatera Utara. Namun pada tahun 1982 berhenti beroperasi, tahun 2013 sempat beroperasi dan berhenti kembali dan kini telah diresmikan untuk beroperasi kembali.

SUMBER | KOMPAS.COM 

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.