full screen background image

Kesepakatan Blok Migas Pase, Sejarah Baru Pengelolaan Migas Aceh

Share Button

Banda Aceh–Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menyebutkan, kesepakatan perpanjangan kontrak kerja sama Wilayah Kerja Pengusahaan atau WKP Migas Blok Pase, di wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur, antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral denganPemerintahan Aceh, telah menciptakan sejarah baru di sektor migas Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan gubernur Zaini Abdullah, saat meresmikan kantor perwakilan Aceh Pase Global Energy atau APGE, di jalan Tgk Thayeb Peureulak, Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Rabu, 10 Agustus 2016.

Sejarah baru yang dimaksud oleh Doto Zaini adalah terkait dengan pengelolaan bersama, Blog Migas yang ada di wilayah kerja perusahaan ini, yang nantinya akan tangani oleh Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) dan PT Triangle Energy selaku operator.

“Saya katakan sejarah baru di Aceh, sebab sejak zaman Belanda, usaha Migas di Aceh belum pernah melibatkan partisipasi perusahaan lokal. Untuk kali ini, sejarah itu tercipta dari kerjasama PT Triangle energy dan PDPA,” ujar Zaini.

Gubernur juga mengingatkan, sehubungan dengan adanya kerjasama ini, maka koordinasi antara manajemen APGE dan Pemerintah Aceh perlu ditingkatkan.

Untuk diketahui bersama, keduabelah pihak telah sepakat untuk membentuk Joint Venture Company atau Jovenco yang bernama Aceh Pase Global Energi (APGE) untuk mengelola blog migas tersebut.

Perpanjangan kontrak tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang saat itu dilakukan oleh Gubernur selaku Kepala Pemerintahan Aceh denganKepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas dengan Direktur Triangle Pase Inc, pada bulan Mei 2015.

Gubernur menjelaskan, jumlah saham yang dimiliki para pihak adalah 80 persen untuk PDPA dan 20 persen untuk Triangle Pase pada lapangan yang sedang berproduksi. “Tapi jika ada penemuan baru, maka akan dibagi 25 persen PDPA dan 75 Triangle Pase.”
Permudah Koordinasi

Gubernur sangat mengapresiasi kesediaan APGE untuk membuka kantor perwakilan di Banda Aceh, yang merupakan kawasan pusat administrasi Pemerintahan Aceh. Gubernur menyebutkan, keberadaan kantor perwakilan akan mempermudah proses koordinasi dengan Pemerintah Aceh.

“Selamat atas berdirinya Kantor Perwakilan Aceh Pase Global Energy di Kota Banda Aceh ini. Dengan kehadiran kantor perwakilan regional ini, diharapkan proses administrasi dalam mendukung kinerja dan operasional APGE di Aceh berjalan semakin lancar, karena akan lebih mudahberkoordinasi dengan Pemerintah Aceh,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga terungkap, bahwa pembukaan kantor perwakilan APGE di Banda Aceh adalah usulan dan saran dari Gubernur Aceh. Gubernur Zaini menjelaskan, pembukaan kantor perwakilan ini akan memudahkan koordinasi dan tindakan cepat jika ada masalah yang membutuhkan penanganan segera.

“Alhamdulillah, usulan itu telah dilaksanakan dengan resmi berdirinya kantor perwakilan APGE di wilayah Lampriet ini.”
Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Aceh agar menyambut baik kehadiran para investor di daerah berjuluk Serambi Mekah ini dengan selalu mendukung dan menjaga setiap usaha yang sedang dijalankan, selama mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Saya tegaskan lagi, pada prinsipnya Pemerintah Aceh sangat mendukung dan senantiasa memfasilitasi setiap perusahaan yang ingin mengembangkan usaha di Aceh.Karena itu, kehadiran kantor perwakilan APGE sebagai pendukung operasional mereka di wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur, selayaknya kita sambut dengan suka cita,” pungkasnya.

Acara diakhiri dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Zaini, didampingi oleh perakilan manajemen APGE, Toy Anson dan Direktur PDPA, Muhsin SE MM.

Reporter | Rizal JP

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM