oleh

Ketika Rapai Geleng Menggema di Bumi Paguntaka

Tarakan-Tari Rapai Geleng berhasil tampil memukau di hadapan publik pada pentas seni budaya Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Ke XIII yang berlangsung di Tarakan, Kalimantan Utara.Dua tarian ini menggema di Bumi Paguntaka.

Rapai Geleng dibawah binaan anak-anak Sanggar Citka Geunta, berhasil membuat pengunjung pentas seni budaya Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Ke XIII, di Tarakan, begiru semarak.

Wikipedia mencatat rapai Geleng adalah sebuah tarian etnis Aceh yang berasal dari wilayah Aceh Bagian Selatan tepatnya di Manggeng, yang sekarang masuk kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya.

Rapai Geleng dikembangkan oleh seorang anonim di Aceh Selatan. Permainan Rapai Geleng juga disertakan gerakan tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerjasama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan masyarakat.

Tarian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat dalam syair yang dinyanyikan, kostum dan gerak dasar dari unsur Tari Meuseukat.Jenis tarian ini dimaksudkan untuk laki-laki. Biasanya yang memainkan tarian ini ada 12 orang laki-laki yang sudah terlatih. Syair yang dibawakan adalah sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana hidup bermasyarakat, beragama dan solidaritas yang dijunjung tinggi.

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, saat menyampaikan sambutannya Rabu, 25 Juli 2018 malam pada pentas seni budaya Apeksi mengatakan, bahwa kesenian dan kebudayaan di Aceh adalah hal yang sangat sakral dimana tarian-tarian yang diciptakan dipengaruhi oleh ajaran Islam.

“Seperti Rapai Geleng yang kita saksikan malam ini. Tarian ini lahir dari pengaruh Islam yang sudah sejak lama masuk ke Aceh. Begitu juga dengan Saman, tarian yang mengandung puji-pujian kepada Allah SWT. Tarian ini sudah dikenal dunia dan sudah sering tampil di Eropa,” ujar Aminullah seraya mempromosikan berbagai destinasi wisata Islami hingga kuliner di Banda Aceh.[]

(Editor | M. Zairin)

Komentar

News Feed