full screen background image

Ketika Turis Asing Nyebur dan Makan Cacing Nyale

Share Button
Turis asing mencoba cacing nyale. Foto | Madin/Detik.com

Turis asing mencoba cacing nyale. Foto | Madin/Detik.com

Lombok – Festival Bau Nyale yang berlangsung di Lombok, NTB hari ini juga diikuti oleh turis asing. Mereka pun ikut basah-basahan dan makan cacing nyale mentah-mentah!

Suzy bersama kekasihnya ikut mencari nyale atau cacing laut berwarna di pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Turis asal Selandia Baru itu bahkan sempat memakannya mentah-mentah. Bagaimana rasanya?

“Sangat enak!” kata Suzy kepada detikTravel di Pantai Seger, Minggu (28/2/2016).

Berpakaian kaos dan celana pendek, Suzy ikut basah-basahan bersama puluhan ribu warga di atas pantai. Dia menangkap cacing berwarna hijau dengan tangan dan alat seadanya. Bukan dengan serokan atau jala, seperti warga lainnya.

Meski begitu, hasil tangkapan Suzy dan kekasihnya cukup banyak. Dia membawa cacing-cacing legenda jelmaan Putri Mandalika itu ke penginapannya.

“Saya akan membawanya lalu memasaknya,” imbuh Suzy.

Ini adalah pengalaman pertama baginya ikut Festival Bau Nyale. Walau sudah pernah ke Lombok sebelumnya, namun dia baru kali ini merasakan kehebohan festival tahun tersebut.

Aj yang merupakan turis dari Seattle, AS (Madin/detikTravel)

Berbeda dengan Suzy, AJ turis asal Seattle Amerika Serikat, tak ikut nyemplung ke laut. Dia hanya mengambil foto dan memantau orang-orang yang sedang berburu cacing dari pinggir pantai.

“Sangat keren. Ini belum pernah saya lihat. Orang berburu nyale. Banyak sekali orangnya,” kata AJ yang baru pertama kali ke Indonesia ini.

AJ mengawali petualangannya di Indonesia dari Bali. Kemudian, dia melanjutkan perjalanan ke Lombok.

“Saya pasti kembali lagi,” imbuhnya.

Warga Lombok Tengah, Moh Faisal, mendapat banyak nyale. Di ember kecil, dia membawa ratusan cacing berwarna hijau hasil tangkapan selama hampir dua jam sejak dinihari.

Faisal sempat bercerita singkat soal legenda nyale dan Putri Mandalika. Dia yakin, cacing itu adalah sebagai perwujudan kesuburan dan berkah.

“Dari cerita Putri Mandalika bapaknya banyak utang, berutang. Akhirnya bapaknya bingung akhirnya si Putri dilamar beberapa pangeran drari kerajaan itu. Karena saking banyaknya, Putri nggak bisa menerima satu, akhirnya dia rela berkorban ke lautan, dia menyatakan diri agar semua yang ada di dirinya dirasain sama semua keluarga,” cerita Faisal.

Ternyata Festival Bau Nyale di Lombok juga menarik minat turis asing (Madin/detikTravel)

SUMBER | DETIK.COM

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.