oleh

KKP SMK Diharapkan Terwujudnya Ketahanan Sekolah Sebagai Lingkungan Pendidikan

Banda Aceh-Insan pendidikan di Aceh patut berbangga atas prestasi yang di raih peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Betapa tidak, para siswa ini berhasil menjuarai Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) tingkat provinsi yang dihelat oleh Dinas Pendidikan Aceh, sejak 2 hingga 6 Agustus 2018, di Banda Aceh.

Untuk juara II diraih pelajar SMK dari Kabupaten Aceh Tamiang dan juara III diraih Kota Lhokseumawe.Kepada yang berprestasi tersebut diberikan uang pembinaan secara bervariasi.

Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) tingkat provinsi Aceh ditutup Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK pada Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli, S.Pd, M.Pd, Senin, 6 Agustus 2018.

Kepada peserta yang terpilih sebagai terbaik I,II dan III ia meminta untuk tidak berbangga hati.Namun mendorong agar terus mempertahankan diri dengan segala prestasi yang didapatkan hari ini.

“Keberhasilan yang diraih hari ini akan diuji disaat sekalian tampil sebagai pemimpin bangsa dan agama.Oleh karena itu teruslah belajar demi menggapai cita-cita dengan segudang prestasi, dan bagi yang belum juara teruslah belajar, belajar dan belajar demi menggapai cita-cita, karena kekalahan bukanlah penghalang menuju kesuksesan,” pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK pada Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan bisa terwujudnya ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan.

“Sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan, contohnya terhindar dari pengaruh narkoba yang bisa mengancam jiwa, tawuran antar siswa, pencurian, pergaulan bebas, pelecehan seksual dan berbagai macam pengaruh buruk yang bisa menimbulkan keresahan dalam keluarga dan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, dalam usaha mencapai tujuan itu dirancanglah serangkaian acara yang memadukan aktivitas indoor dan outdoor.Aktivitas-aktivitas tersebut, katanya, diimplementasikan dalam lima aksi yakni aksi kedisiplinan, aksi kebangsaan, aksi kepedulian, aksi kepeminpinan, dan aksi kreativitas seperti yang sudah anak-anak ikuti selama berlangsungnya kegiatan KKP ini.

“Menjadi seorang pemimpin tidaklah instan, perlu proses belajar bertahap untuk mendapatkan modal kepemimpinan, salah satunya melalui kegiatan KKP yang sudah kalian ikuti. Diharapkan para peserta mampu melatih, mengembangkan, memantapkan diri, dan bertukar pengalaman bagaimana model kepemimpinan yang baik dan bermanfaat, menuju terbentuknya pemimpin ideal Indonesia,” katanya.

Menurutnya, tantangan bangsa ke depan semakin berat karena persaingan antar negara semakin ketat. Diera yang penuh tantangan ini dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat dan canggih, para siswa harus tetap optimistis jika potensi kepemimpinan generasi penerus bangsa ditumbuhkan sejak dini.

“Menjadi seorang pemimpin tidak dapat kita peroleh secara instan, perlu proses dan kaderisasi yang baik dan terarah melalui pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki instrumen yang paling strategis untuk membentuk jiwa pemimpin peserta didik,” tuturnya.

Dimana sekolah telah dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi lembaga yang tidak hanya memberikan pengetahuan beragam, tetapi juga menjadi wahana penting membentuk karakter siswa, termasuk di dalamnya membentuk jiwa kepemimpinan. Pembentukan jiwa kepemimpinan dapat diperoleh melalui berbagai kegiatan intra sekolah maupun ekstrakurikuler, seperti OSIS, Pramuka, PMR, Kerohanian, UKS, Klub Olahraga, dan lain-lain.

Dijelaskan, kegaiatan KKP ini merupakan program penggemblengan kepemimpinan pelajar secara nasional, untuk membekali para pemimpin muda dan mengembangkan potensi kepemimpinannya bagi masa depan.

“Karena itu sangat penting bagi sekolah untuk menumbuhkan potensi masing-masing kepemimpinan generai muda. Sehingga pendidikan bukan hanya menghasilkan anak-anak berprestasi di ruang kelas, tapi juga memunculkan anak-anak yang menjadi pemimpin, dan mendorong kemajuan di lingkungannya,” terangnya.

Ia mengingatkan pelajar untuk memperkuat diri terutama literasi dalam kemampuan untuk memilih, memilah dan menggunakan informasi tepat guna. Sehingga membangun negeri kearah yang lebih maju.

“Perlu diingat bahwa kegiatan ini menjadi modal utama kesuksesan dan tidak ada pengalaman yang sia-sia. Karena itu selagi masih muda, carilah pengalaman sebanyak mungkin untuk masa depan. Jangan lupa manfaatkan momentum ini untuk membangun jejaring dan aktif di berbagai berorganisasi yang bernilai positif,” pesannya.[]

(Editor | Suandris)

Komentar

News Feed