oleh

Komisi IX DPR RI Harapkan BKKBN Miliki Bakorda

tgk-khaidir-abdurrahman
Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Gerindra asal Aceh, Tgk Khaidir Abdurrahman. FOTO | KBR.ID 

Banda Aceh-Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Gerindra asal Aceh, Tgk Khaidir Abdurrahman, mengharapkan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki badan koordinasi daerah (Bakorda) di setiap kabupaten/kota dan tidak hanya di tingkat provinsi.

Hal itu diutarakan Tgk Khaidir Abdurrahman, di sela-sela sosialisasi GenRe, yang digelar di halaman sekolah/pesantren/dayah Inshafuddin, Lampriet, Kota Banda Aceh, Minggu, 16 Oktober 2016 sore.

Menurutnya, saat ini BKKBN hanya ada di provinsi, sedangkan di kabupaten/kota bergabung pada sebuah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sehingga BKKBN ini menjadi tidak efektif karena tidak memiliki struktur tersendiri disetiap kabupaten/kota sepertihalnya di Aceh.

“Dalam pembahasan anggaran kemarin, kita berkeinginan membentuk badan koordinasi BKKBN disetiap daerah. Namun karena keterbatasan anggaran sehingga program tersebut tertunda,” ujarnya.

Kata dia, pemerintah telah banyak melakukan berbagai program terobosan. Selain Program Komunikasi Informasi dan edukasi (KIE), dan GenRe Ceria, yang bertujuan untuk memperkenalkan anak-anak yang masih remaja.

“Komisi IX di DPR-RI dari Aceh kan cuma kita, sebelumnya di Aceh itu tidak ada program GenRe, karena itu diluncurkan hanya dari komisi IX. Maka, Alhamdulillah dari pertama kita dilantik program kementerian itu terutama di BKKBN bisa kita sampaikan ke daerah baik di Dapil I maupun II,” katanya menjelaskan.

Kepala BKKBN Pusat, Surya Chandra Surapaty, berpesan kepada generasi muda harus mengatakan tidak pada pernikahan usia dini. Sementara itu bagi wanita jangan menikah sebelum usia 21 tahun sedangkan bagi pria minimal 25 tahun.

Dia menjelaskan, dalam program generasi berencana itu juga ada yang disebut pusat informasi konseling mahasiswa dan remaja yang bertujuan untuk sama-sama menjadi pendidik sebaya.

“Artinya mereka harus sama-sama menjadi motor penggerak untuk menuju generasi muda yang berkarakter, memiliki kompetensi dan berakhlak mulia serta menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat sekitarnya bangsa, negara dan agama,” terangnya.

“Sosialisasi ini tetap berjalan, meskipun memang hasilnya tidak bisa langsung kita rasakan tetapi harus terus diperjuangkan. Artinya kita secara terus-menerus semakin yakin dalam perjuangan dan tidak boleh merasa puas dengan pencapaian yang telah direncanakan,” katanya lagi.

Dia mengharapkan, BKKBN provinsi Aceh bersama kepala pemerintah daerah, tokoh-tokoh agama termasuk dengan pimpinan pesantren agar dapat merencanakan dan menterjemahkan program GenRe ini khususnya terhadap anak-anak remaja di Aceh.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Plt BKKBN Aceh, Muhammad Razali, dr. M. Yani, sejumlah unsur pejabat di BKKBN Aceh dan pimpinan dayah Inshafuddin, Banda Aceh, Tgk Abdullah Sulaiman, serta puluhan pelajar tingkat SMP, dan SMA.[]

Komentar

News Feed