oleh

Komisi IX DPR RI: Pembagunan Keluarga Harus di Prioritaskan di Aceh

Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh, Rabu, 28 Februari 2018, di Banda Aceh.
Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh, Rabu, 28 Februari 2018, di Banda Aceh.

Banda Aceh-Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh, untuk memantau sejumlah persoalan terkait pelayanan kesehatan, ketahanan keluarga dan ketenagakerjaan.

Rombongan DPR RI itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf, dan melakukan pertemuan dengan mitra terkait di kantor Gubernur Aceh, Rabu, 28 Februari 2018, di Banda Aceh.

Ketua komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengatakan, kedatangan komisi 9 yang membidangi masalah kesehatan, kependudukan dan ketenagakerjaan itu, untuk memastikan ketahanan keluarga, pelayanan kesehatan dan keternagakerjaan.

“Persoalan kependudukan di Provinsi Aceh harus menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh.Sekarang konteksnya bukan masalah mengurangi angka kelahiran, tapi sekarang lebih pada ketahanan keluarga, artinya pembagunan keluarga harus di prioritaskan di Aceh,” katanya.

Menurutnya, ketahanan keluarga adalah bagaimana pemerintah aceh menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki tabilitas dan kualitas untuk sektor pendidikan, pelatihan konfisional, dan pelatihan BLK dan lainnya.

Kepala BKKBN Aceh ┬áDrs. Sahidal Kastri, M.Pd, mengatakan, BKKBN Provinsi Aceh saat ini masih sangat kekurangan penyuluh lapangan. “Saat ini hanya ada 583 orang penyuluh, dengan mengelola enam ribuan Gampong (desa) yang ada di provinsi yang berpenduduk lima juta jiwa,” katanya.

“Ini artinya, setiap satu penyuluh BKKBN harus melayani 8 sampai 10 gampong, sehingga kinerja penyuluh begitu maksimal dalam mensosialisasikan tentang ketahanan keluarga di Aceh,” terang Kepala BKKBN Aceh ini.[]

Reporter | Hendra S

Facebook Comments

Komentar

News Feed