full screen background image

Kontraktor Diminta Beri Penjelasan Soal Payung Elektrik Masjid Raya Baiturrahman

Share Button
payung-masjid-raya

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah meninjau payung elektrik pembangunan komplek Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu 19
Oktober 2016. FOTO | DOK. PENAPOST.COM

Banda Aceh-Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta pihak kontraktor pembangunan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait persoalan yang muncul dalam beberapa hari terakhir, khususnya persoalan payung elektrik.

“Sebelumnya kita dengar ada keramik dari tiang payung yang copot, kemudian juga ada kejadian tali pengikat payung yang terlepas, ini harus dijelaskan kepada masyarakat secara gamblang,” ujar gubernur Aceh Zaini Abdullah, sebagaimana dikutip Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, Lc. MH, Minggu, 4 Juni 2017.

Menurut Zaini, persoalan itu perlu diketahui oleh masyarakat mengingat proses pembangunan Masjid Raya Baiturrahman masih menjadi tanggungjawab dari pihak kontraktor, dalam hal ini Waskita Karya, sehingga masyarakat tidak menyalahkan pihak pemerintah Aceh.

“Jangan sampai timbul kesan bahwa payung yang kita gunakan tidak memenuhi standar sehingga mudah copot, padahal ini masih proses pembangunan oleh pihak kontraktor, dan belum diserahkan kepada Pemerintah Aceh,” ujarnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, Lc. MH, menambahkan bahwa Gubernur Aceh meminta pihak kontraktor menjelaskan kepada masyarakat kapan payung elektrik tersebut dibuka dan ditutup, begitu juga dengan tempat parkir dan tempat wuduk yang terdapat di basement.

“Karena ada juga masyarakat bertanya kenapa saat hujan terkadang justru payung itu tidak dibuka, atau saat panas pada pagi harinya, jadi pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab,” tambahnya.

Terkait insiden putusnya tali pengikat payung elektrik beberapa hari lalu, Gubernur meminta kontraktor menjelaskan penyebabnya, apakah karena human error, teknikal error, karena cuaca, atau faktor lainnya, supaya masyarakat tidak menaruh prasangka macam-macam terhadap pembangunan tersebut.

“Pemerintah Aceh menginginkan pembangunan mesjid raya dilakukan dengan baik, kualitas harus baik, dan bertahan lama, sehingga masyarakat bisa menikmatinya,” tambah Mulyadi Nurdin.

Mulyadi Nurdin menyebutkan, keberadaan payung tersebut saat ini mulai dinikmati oleh masyarakat, hal itu terlihat dengan ramainya orang berkunjung ke mesjid raya Baiturrahman khususnya pada sore hari.

Namun kesenangan masyarakat tersebut jangan sampai terganggu dengan hal-hal yang tidak seharusnya terjadi.

“Kita senang melihat masyarakat berfoto-foto di bawah payung, anak-anak kecil bermain disana. Tugas kita bagaimana membuat pengunjung ini merasa nyaman,” lanjutnya lagi.[]

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.