full screen background image

Korban Kebakaran Terima Bantuan Masa Panik

Share Button
Bersama korban kebakaran

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama anak-anak Gampong Geuceu Iniem, Banda Raya, korban kebakaran. (Foto | Ist)

Banda Aceh-Empat Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran di Gampong Geuceu Iniem, Banda Raya, Kota Banda Aceh, menerima bantuan masa panik dari Pemerintah Kota (Pemko) setempat, Kamis, 16 Juni 2016.

Penyerahan bantuan diserahkan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama sejumlah Kepala SKPK dan pejabat terkait lainnya. Bantuan berupa Sembako, pakaian, dan peralatan memasak tersebut berasal dari Dinas Sosial Aceh yang disalurkan oleh Dinsosnaker Banda Aceh.

Di sela-sela meninjau lokasi kebakaran yang terletak di pinggir Jalan Sudirman itu, Illiza mengharapkan agar bantuan masa panik tersebut dapat mengurangi beban warga yang terkena musibah.

“Semoga bantuan lain juga akan terus mengalir dari berbagai pihak guna membantu saudara kita yang sedang kesusahan, apa lagi ini masih dalam suasana ramadan,” ujar Illiza.

Untuk sementara waktu, sebut Illiza, keempat Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran masih tinggal di tempat sanak saudara masing-masing.

“Mereka akan kita identifikasi, dan untuk yang berstatus penyewa rumah, nanti setelah lebaran -jika mereka bersedia- kita akan upayakan untuk dapat tinggal di Rusunawa,” kata Illiza.

“Karena sebenarnya tanah yang mereka tempati ini milik PT KAI (Persero), bukan hak milik pribadi, dan oleh sebab itu mereka tidak bisa membangun rumah kembali di tempat semula. Persoalan ini tentu juga menjadi perhatian kita,” ucapnya lagi.

Kepada para korban Illiza mengharapkan agar ikhlas dan tabah menghadapi cobaan ini. “Karena semua datangnya dari Allah, dan Allah hanya menguji orang-orang yang mampu. Semoga Allah akan membalas dengan sesuatu yang lebih baik,” kata Illiza seraya mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi bencana kebakaran dan juga pencurian selama ramadan.

Sebagaimana diketahui, kebakaran yang menghanguskan tujuh bangunan semi permanen itu terjadi pada pukul 04.00 WIB. Sebanyak delapan unit Mobil Damkar BPBD Kota Banda Aceh dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api.

Dugaan sementara, korsleting listrik menjadi penyebab kebakaran, dan saat ini garis polisi masih dipasang di TKP. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun kerugian materil diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.

Reporter | Rizal JP

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.