oleh

Korban Meninggal Dunia di Danau Toba Berasal dari Aceh

Pematangsiantar-Satu korban meninggal dunia dari KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) sore, adalah warga Aceh Tamiang.

Informasi diperoleh dari Kepala Dinas Informatika dan Komunikasi Kabupaten Samosir Tombor Simnolon pada Selasa (19/6/2018).

Dia menyebutkan, korban tersebut bernama Tri Suci Handayani (24), perempuan warga Aceh Tamiang. “Korban sudah dievakuasi dari Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar,” ujar Tombor.

Sebelumnya, menurut Tombor, korban ini bersama 18 penumpang lainnya berhasil diselamatkan dari insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun yang sedang melaju dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir ke Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Sebanyak 14 penumpang selamat dibawa ke Puskesmas Simarmata dan RSUD dr Hadrianus Sinaga, Pangururan, Kabupaten Samosir dan 5 lainnya termasuk korban yang kemudian meninggal dunia dibawa ke Tigaras, Kabupaten Simalungun, sebelum kemudian dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar.

“Jadi 14 dibawa ke Samosir dan 5 ke Tigaras, termasuk korban yang meninggal dunia,” ungkap Tombor.

Sebanyak 4 korban selamat yang dibawa ke Puskesmas Sipintu Angin, Kabupaten Simalungun sesuai data yang disampaikan Sutopo Purwo Nugroho dari BNPB adalah Muhamad Fitri (21), warga Indrapura, Heri Nainggolan (23), warga Panei Tongah, Jamuda (17), warga Parbunga-bunga dan Juita, warga Serbelawan.

Seperti diketahui, kapal Mesin Sinar Bangun yang mengangkut puluhan penumpang tenggelam di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) petang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugrooho mengatakan, kapal berisi sekitar 80 orang wisatawan bertolak dari Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Tigaras-Parapat di Kabupaten Simalungun.

Hernando Lingga (24), salah satu korban selamat, mengatakan, kapal yang mereka tumpangi sudah mengarungi danau sekitar 30 menit dari Simanindo menuju Tigaras.

Tiba-tiba kapal oleng, dari bagian bawah kapal masuk air hinggga membuat kapal tenggelam. Dia juga menyebut, saat itu angin dan ombak sedang kencang.[]

(Sumber | KOMPAS.COM)

Komentar

News Feed