full screen background image

KWPSI Berbagi Bersama Anak Yatim

Share Button
santuni-anak-yatim

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, H. Mulyadi Nurdin, Lc, MH menyerahkan bingkisan santunan kepada anak yatim dalam acara Buka Puasa Bersama KWPSI di Banda Aceh, Sabtu (17/6/2017). FOTO | IST

Banda Aceh-Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Aceh menggelar buka puasa bersama sekaligus menyantuni anak yatim.Kegiatan tersebut berlangsung, Sabtu, 17 Juni 2017, di kantor LKBN Antara Biro Aceh.

Turut hadir dalam kesempatan itu Anggota DPD RI asal Aceh Ghazali Abbas Adan, mantan Rektor UIN Ar-Raniry Prof Yusni Sabi, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, H. Mulyadi Nurdin, Lc, MH dan juga diisi dengan tausyiah Ramadhan oleh Staf Pengajar UIN Ar-Raniry, Ustaz Hajarul Akbar Alhafizh.

Sekretaris Jenderal KWPSI, Muhammad Saman, mengatakan, kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan KWPSI sebagai wahana silaturahmi antar anggota dan masyarakat. “Ini juga bagian dari kepedulian KWPSI terutama dalam menyantuni anak yatim,” ujarnya.

Ia menyebutkan, santunan tersebut berupa bahan pangan, kain sarung, dan uang tersebut diberikan kepada 35 orang anak yatim yang berasal dari kalangan wartawan dan jurnalis Aceh. Dengan adanya santunan ini, ia mengharapkan dapat bermanfaat sehingga anak yatim bisa bersemangat menyambut Hari Raya Idul Fitri, tahun ini.

Sementara itu, Ustaz Hajarul Akbar Alhafizh, dalam tausyiahnya memaparkan secara singkat keutamaan bulan Ramadhan, yang merupakan salah satu pondasi dari latihan spiritual diri atau manajemen prilaku. “Bukan karena bulan puasa, melainkan berpuasa karena Allah semata,” ujarnya, mengingatkan pentingnya puasa batin.

Ia juga mengajak semua komponen untuk terus belajar mengendalikan diri dari pikiran negatif dan bicara sia-sia. “Dengan menjalani puasa batin, yang melengkapi puasa lahir, kita tidak sekadar menahan lapar tetapi juga mengendalikan mata, mulut, telinga, hati dan seluruh jiwa dan raga,” ajaknya.

“Artinya, kita harus mampu membawa sifat dari berpuasa ke dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya saat berpuasa saja tetapi setelah berbuka puasa juga demikian, bahkan di luar bulan Ramadhan,” pungkas alumnus Ma’had Aly An-Nu’aimy Jakarta itu.[]

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.