oleh

Lestarikan Sapi Aceh, Gubernur Himbau Korporasi Terapkan Pola Integrasi

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, pada acara pertemuan dan tanya-jawab dengan masyarakat serta Kelompok Tani Hase Beurata, di Kawasan Integrasi Pengembangan Sapi dan Kelapa Sawit, Gampong Keuramat kaway XIV, Jum’at, 16 Februari 2018.
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, pada acara pertemuan dan tanya-jawab dengan masyarakat serta Kelompok Tani Hase Beurata, di Kawasan Integrasi Pengembangan Sapi dan Kelapa Sawit, Gampong Keuramat kaway XIV, Jum’at, 16 Februari 2018.

Meulaboh-Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengapresiasi kegiatan integrasi sapi-sawit yang saat ini dikembangkan oleh masyarakat dan kelompok tani di Aceh Barat. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Gubernur menghimbau agar perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Aceh untuk memberi akses kepada masyarakat peternak sapi.

Hal tersebut disampaikan pilot Eagle One Hanakaru Hokagata itu, saat menggelar pertemuan dan tanya-jawab dengan masyarakat serta Kelompok Tani Hase Beurata, di Kawasan Integrasi Pengembangan Sapi dan Kelapa Sawit, Gampong Keuramat kaway XIV, Jum’at, 16 Februari 2018.

“Sangat bagus, ini adalah program yang baru dimulai dan sangat sukses. Dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat, maka semua petani yang memiliki kebun sawit, berkesempatan mendapatkan ternak. Nantinya, saya akan minta kebun sawit milik korporasi untuk memperbolehkan sapi masyarakat masuk. Jika tidak, maka korporasi berkewajiban memelihara sendiri,” tegas Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Irwandi juga sempat mengungkapkan rasa kecewanya terhadap program hibah sapi yang sempat ia gulirkan, saat memimpin Aceh pada periode 2007-2012. Saat itu, pria yang akrab disapa Bang Wandi itu bercita-cita program tersebut dapat menjaga dan melestarikan sapi Aceh yang terkenal dengan kelezatan dagingnya.

Sebagaimana diketahui, di periode pertama menjabat sebagai Gubernur Aceh, Irwandi pernah menggulirkan program hibah sapi kepada masyarakat sebanyak 1500 ekor sapi. Namun program tersebut gagal karena saat ini sapi-sapi tersebut tersisa sangat sedikit, bahkan tidak sampai 10 persennya.

“Jika program integrasi ini berhasil, maka ke depan kita akan memiliki cadangan sapi pedaging yang memadai, tidak hanya untuk kebutuhan Aceh tapi bisa juga membantu stok daging nasional. Selain itu, dengan program ini, maka sapi Aceh akan lestari,” imbuh Gubernur.

Untuk diketahui bersama, program integrasi ini bersumber dari dana bantuan sosial Kementerian Pertanian RI tahun 2012 yang menelan anggaran sebesar Rp 500 juta. Kelompok Tani Hase Beurata dinilai berhasil karena mampu membiakkan sapi-sapi tersebut, dari jumlah sebelumnya yang hanya 48 ekor, saat ini teah mencapai 200 ekor.

Namun saat ini terdapat permasalahan, lokasi awal masyarakat telah direlokasi ke lokasi saat ini. masyarakat harus pindah karena lokasi lama terkena proyek irigasi Lhok Guchi. Meski mendapatkan ganti rugi, namun sejumah fasilitas penunjang lainnya belum dibangun kembali.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Bupati Aceh Barat, Ramli Ms berjanji akan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan. “Yang kecil-kecil akan kita selesaikan dalam 10 hari kedepan tapi yang membutuhan anggaran besar akan kita usulkan tahun depan,” ujar Ramli, disambut applause para warga.

Sapi-sapi tersebut dikembangkan oleh masyarakat dan Kelompok Tani Hase Beurata yang beranggotakan 25 Kepala Keluarga di lahan perkebunan kelapa sawit seluas 300 hektar oleh. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Aceh yang turut mendampingi gubernur menjelaskan, bahwa tahun ini, Pemerintah Aceh juga akan mendapatkan hibah sapi brahma dari Pemerintah Pusat sebanyak 1.540 ekor.

Pertemuan dan tanya-jawab dengan masyarakat serta Kelompok Tani Hase Beurata, di Kawasan Integrasi Pengembangan Sapi dan Kelapa Sawit, Gampong Keuramat kaway XIV, Jum’at, 16 Februari 2018.
Pertemuan dan tanya-jawab dengan masyarakat serta Kelompok Tani Hase Beurata, di Kawasan Integrasi Pengembangan Sapi dan Kelapa Sawit, Gampong Keuramat kaway XIV, Jum’at, 16 Februari 2018.

Selanjutnya, Gubernur dan rombongan juga meninjau lokasi pembangunan jaringan Irigasi Lhok Guci, tahap I dan II. Pembangunan irigasi yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional dan didanai Anggaran Pendapatan Belanja Nasional ini adalah seluas 18.542 hektar. Proyek multi years ini menelan biaya sebesar Rp1,1 triliun.

Sebelumnya, Gubernur dan rombongan juga meninjau meninjau lokasi proyek pembangunan pengaman pantai Kota Meulaboh. Proyek bernilai Rp123 miliar tersebut juga bersumber dari APBN. Dalam kunjungan kerja hari ini, Gubernur turut didampingi Bupati Aceh Barat Ramli Ms, Bupati Nagan Raya, Jamin Idham, Kepala P2K APBA Taqwallah, Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh, drh. Zulya Zaini Yahya.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Gubernur Aceh dalam rangka meninjau sejumlah Proyek Strategis Nasional. Besok Gubernur dan rombongan akan bertolak ke kabupaten Aceh Jaya untuk meninjau sejumlah proyek Strategis Nasional di sana.[]

Reporter | Putra Pasee

Facebook Comments

Komentar

News Feed