oleh

LPLA Desak Penegak Hukum Usut Temuan BPK di Gedung Madani Education Center

Nasruddin
Ketua Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) Nasruddin. FOTO | BERITAKINI.CO

Banda Aceh-Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) Nasruddin mendesak penegak hukum mengusut tuntas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, terutama temuan pada pembangunan Gedung Banda Aceh Madani Education Center (BMEC).

Nasruddin mengatakan, proyek BMEC Tahap II yang menelan anggaran sebesar Rp 35 miliar lebih bersumber dari dana otonomi khusus itu dikerjakan oleh PT BAK.

Sementara indikasi pelanggaran tersebut terjadi pada penambahan item sewa scaffolding sebesar Rp 1,6 miliar dan Rp 202 juta pada pada item pekerjaan bekisting.

“Oleh karena itu, kami mendesak agar penegak hukum tidak diam terkait temuan ini,” katanya melalui siaran pers yang diterima media ini, Senin (23/1/2017).

Menurut Nasruddin, Pemko Banda Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum sebagai pengguna anggaran adalah yang menyepakati adanya penambahan pembayaran yang tidak sesuai dengan kontrak dan aturan hukum itu.

“Sehingga tidak menutup kemungkinan adanya praktik KKN dalam persoalan proyek pembangunan BMEC ini yang bermuara pada kerugian Negara.”

SUMBER | BERITAKINI.CO 

Komentar

News Feed