full screen background image

Luhut Ingatkan Pejabat Tak Main-main Persiapkan Sail Sabang 2017

Share Button
luhut

Menko Luhut Binsar Pandjaitan (Liputan6.com

Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengingatkan semua pejabat yang terkait dengan penyelenggaraan Sail Sabang 2017 untuk serius membangun segala infrastruktur utama maupun pendukung hingga pemantapan lokasi acara puncak event akbar tersebut.

“Semua pejabat pusat saya ingatkan agar tidak main-main dalam mempersiapkan segala sesuatunya agar wisatawan benar-benar betah berada di Sabang. Ingat, pariwisata merupakan penyumbang devisa tertinggi di tahun 2016, berada di atas sektor energi dan perikanan,” tegas Luhut mengingatkan.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga berpesan agar kegiatan pameran dapat diselenggarakan lebih baik dari penyelenggaraan Sail sebelumnya. “Harus lebih maksimal, baik bentuk dan tampilannya agar lebih menarik. Dan, peringatan Tsunami saya yakin memiliki nilai jual karena pengetahuan terhadap tsunami akan sangat menambah wawasan para wisatawan yang hadir berkunjung,” pesan Luhut.

Ia mengaku senang dengan pemaparan yang disampaikan Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah. “Saya senang dengan pemaparan Pak Gubernur. Memang kita harus bekerja terintegrasi. Saya ingatkan, jaringan radio, televisi dan internet harus dipastikan sangat baik. Pariwisata meruapakan salah satu sektor yang dapat menciptakan lapangan kerja yang bagus,” katanya.

Panglima TNI, Jend Gatot Nurmantyo, menyarankan agar panitia penyelenggara menggelar devile kapal tempur untuk mengingat dan mengenang jasa serta menghormati Laksamana Malahayati.

“Aceh kan punya pahlawan Laksamana Malahayati. Maka saran saya, ada devile kapal-kapal tempur untuk mengingatkan sejarah dan semangat perjuangannya, bahwa Laksamana Angkatan Laut pertama bangsa kita adalah seorang perempuan dan berasal dari Aceh,” ujar Panglima TNI.

Kepala Staf Angkatan laut, Laksamana TNI, Ade Supandi mengingatkan agar panitia memperbanyak atraksi serta memaksimalkan keunggulan Sabang, diantaranya adalah Tugu Nol Kilometer Indonesia dan keindahan bawah laut Sabang.

“Sabang merupakan titik nol Indonesia dan tugu Nol Kilometer ada disana. Selain itu, bawah laut Sabang juga sangat indah. Namun, penyelaman dalam jumlah besar harus dikaji ulang arena dikhawatirkan jika kita mendorong penyelaman dalam jumlah besar, maka potensi kerusakan lingkungan juga akan besar,” ujar Kasal mengingatkan.

Deputi Pariwisata dari Kementerian Pariwisata, Dadang, menegaskan bahwa pihaknya telah dan terus berkoordinasi dengan Pemkot Sabang untuk mengetahui perkembangan terkini terkait kesiapan pelaksanaan Sail Sabang 2017.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan Pemkot Sabang. Bahkan BPKS sudah berkoordinasi dengan pelaku wisata di Langkawi dan Phuket. Kita berharap dari sana akan banyak wisatawan yang hadir. Kami juga sudah siapkan Yacht Rally. Setidaknya ada 11 kapal Yacth Rally yang akan hadir,” ungkap Dadang.

[Penulis | Rizal JP]
[Editor   | Muzai Punteut]

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM