full screen background image

Makna Muhrim Yang Kita Sebut Selama Ini Ternyata Salah Kaprah

Share Button
menolak-berjabat

ilustrasi menolak jabat tangan. FOTO | MERDEKA.COM 

“Jangan dekat-dekat, kita bukan muhrim. Dosa!”Laki dan perempuan dilarang jalan berdua saja jika bukan muhrim, karena yang ketiga adalah setan.”

Kalimat-kalimat di atas adalah beberapa contoh penggunaan kata ‘muhrim’ yang sering kita jumpai atau dengar di kalangan masyarakat. Sebagian besar kita pun meyakini hal itu.

Makna muhrim yang kita yakini selama ini ternyata salah. Bahkan arti sebenarnya sangat jauh berbeda. Mungkin sebagian besar dari kita meyakini bahwa muhrim adalah orang yang haram dinikahi karena beberapa hal tertentu. Akan tetapi semua itu salah.

Muhrim dalam arti sebenarnya bukanlah bermakna seperti itu. Melainkan orang yang melakukan ihram. Ketika jamaah haji atau umrah telah memasuki daerah miqat, kemudian seseorang mengenakan pakaian ihramnya, serta menghindari semua larangan ihram, maka orang itu adalah disebut muhrim.

Lantas bagaimana dengan muhrim yang sudah kita yakini selama ini?

Maka menurut bahasa, orang yang haram dinikahi oleh sebab tertentu, bukanlah muhrim. Melainkan mahram. Ingat, mungkin ini beda tipis secara tulisan, tapi maknanya jauh berbeda. Dengan kata lain, mahram memiliki makna yang sama seperti muhrim yang kita yakini selama ini. Jangan sampai salah, ya!

Sumber | MERDEKA.COM 

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.