oleh

Mal Pelayanan Publik Segera Hadir di Banda Aceh

Walikota Banda Aceh disela-sela Workshop Implementasi mal pelayanan publik yang berlangsung di aula Balai Kota Banda Aceh, Kamis, 1 Maret 2018.
Walikota Banda Aceh disela-sela Workshop Implementasi mal pelayanan publik yang berlangsung di aula Balai Kota Banda Aceh, Kamis, 1 Maret 2018.

Banda Aceh-Dalam waktu dekat Kota Banda Aceh akan memiliki sebuah Mal Pelayanan Publik. Di bawah satu atap, masyarakat akan mendapat pelayanan terpadu terkait perizinan maupun non perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah, BUMN/BUMD hingga pihak swasta.

Mal Pelayanan Publik yang sudah lebih dulu dilaunching di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Banyuwangi ini menawarkan pelayanan publik yang cepat, mudah, terjangkau, aman dan nyaman. Adapun instansi yang tergabung dalam Mal Pelayanan Publik di antaranya DPMPTSP, Disdukcapil, BPJS, PLN, PDAM, Perbankan, Ditjen Imigrasi, dan Polri.

Hal tersebut mengemuka dalam Workshop Implementasi Mal Pelayanan Publik yang berlangsung di aula Balai Kota Banda Aceh, Kamis, 1 Maret 2018. Kegiatan ini dibuka Walikota Banda Aceh Aminullah Usman.

Ia menjelaskan mal pelayanan publik memiliki sejumlah prinsip di antaranya keterpaduan, berdayaguna, koordinasi, akuntabilitas, aksesibilitas, dan kenyamanan.”Dengan adanya keterpaduan antar instansi yang akan membuka layanan di Mal Pelayanan Publik ini nantinya tentu akan semakin memudahkan masyarakat kita untuk mengurus berbagai hal,” terangnya.

“Dan yang tak kalah penting, Mal Pelayanan Publik yang akan kita bangun di Banda Aceh harus mempunyai nuansa yang menyenangkan sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang. Selain itu juga harus didukung dengan sistem IT yang mumpuni,” katanya lagi.

Ia menambahkan, mal pelayanan publik ini juga sesuai dengan visi Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah yang salah satu pilarnya yakni bidang ekonomi, di samping agama dan pendidikan.”Dampak yang kita harapkan adalah peningkatan PAD Banda Aceh yang saat ini masih berada di kisaran Rp 270 miliar. Tujuan akhirnya tentu kesejahteraan masyarakat Kota Banda Aceh,” pungkasnya.[]

Reporter | Munawar

Facebook Comments

Komentar

News Feed