oleh

Massa Padati Kampanye Terbuka Akmal-Muslizar

Kampanye Akmal
Massa pendukung Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Nomor urut 1, Akmal Ibrahim-Muslizar, memadati kampanye terbuka yang berlangsung di lapangan bolakaki, desa Pulau Kayu Kecamatan Susoh, Sabtu 4 Februari 2017. FOTO | ADI DOLES

[clickToTweet tweet=”Massa Padati Kampanye Terbuka Akmal-Muslizar” quote=”Massa Padati Kampanye Terbuka Akmal-Muslizar”][social_warfare buttons=”Facebook, Twitter”]

Blangpidie-Kampanye terbuka Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Nomor urut 1, Akmal Ibrahim-Muslizar di lapangan bolakaki, desa Pulau Kayu Kecamatan Susoh, Sabtu 4 Februari 2017, dipadati massa pendukung paslon tersebut.

Puluhan personil dari jajaran Polres Aceh Barat Daya (Abdya) terlihat terus memantau arus lalulintas disejumlah titik di jalan nasional pusat kota Blangpidie. Keberadaan personil polisi di sejumlah titik di jalan nasional ini, guna mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas pasca pelaksanaan kampanye akbar pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Akmal-Muslizar.

Meski arus lalulintas terlihat padat, namun hal itu tidak mengalami kemacetan. Puncak kepadatan, terlihat di lokasi kampanye tepatnya dijalan nasional depan lokasi kampanye pasangan calon tersebut. Dilokasi ini, puluhan personil kepolisian lebih banyak dari pada dibeberapa persimpangan kota.

“Wah, banyak sekali yang menghadiri kampanye calon Bupati-Wakil Bupati Akmal-Muslizar, sempat mikir-mikir juga gimana caranya untuk bisa tiba di depan panggung utama, untuk melihat orasi politik pak Akmal dan pak Muslizar,” ungkap Resti, salah seorang warga yang ikut hadir dilokasi kampanye itu.

Akmal Ibrahim
Calon Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Nomor urut 1, Akmal Ibrahim, saat berorasi pada kampanye terbuka yang berlangsung di lapangan bolakaki, desa Pulau Kayu Kecamatan Susoh, Sabtu 4 Februari 2017. FOTO | ADI DOLES

Dalam orasi politiknnya, Akmal Ibrahim mengatakan, selama lima tahun kepemimpinan sebagai bupati definitif di Aceh Barat Daya pasca pemekaran dari Aceh Selatan, dirinnya tidak pernah memilih-milih dalam menyalurkan bantuan untuk masyarakat Abdya.

“Semasa saya menjabat dulu, saya tidak pernah memilih-milih, saya tidak menganggap masyarakat Abdya berkelompok-kelompok. Siapapun dia, tetap saya berikan bantuan,” kata Akmal Ibrahim, yang saat itu didampinggi wakilnnya Muslizar di panggung utama.

Masih kata dia, saat dia menjabat sebagai Bupati, Abdya hanya berbekal dengan anggaran Rp 270 Milyar, itu karena saat itu kabupaten tersebut baru dimekarkan. “Apabila dulu dengan anggaran yang sedikit masyarakat Abdya bisa memamfaatkannya dengan cepat,” katanya.

“Uang santunan kematian sampai dalam tempo hanya tiga hari saja, santunan gizi bayi dan santunan lainnya. Apalagi sekarang, dengan anggaran yang sudah lima kali lipat dari sebelumnya tentu nominal yang didapat oleh masyarakat Abdya lebih besar dari sebelumnya,” lanjutnya.

[Penulis | Adi Doles]
[Editor   | Muzai Punteuet]

Komentar

News Feed