oleh

Mengulik Faktor Penyebab Orang Selingkuh

Jakarta-Masalah perselingkuhan kerap dialami sebagian orang. Psikolog Elizabeth T. Santosa mengatakan mungkin 8 dari 10 pasangan mengalami masalah perselingkuhan, dan itu disebabkan oleh beragam faktor.

Selain faktor dalam diri seseorang, orang selingkuh karena menyukai sensasi ‘permainan’ seperti dikagumi, digoda, dan dipuja.

“Faktor pertama yang menyebabkan orang selingkuh karena dari dalam dirinya tidak merasa bahagia sehingga kalau sudah punya pasangan pun dia selalu merasa kurang,” ungkap Elizabeth saat dihubungi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, kata dia, seks juga menjadi faktor lain yang menyebabkan orang selingkuh. Kepuasan seks yang belum terpenuhi membuat orang mencari orang lain untuk memuaskan kebutuhan seksnya. Faktor lainnya, bisa jadi karena kondisi rumah yang tidak nyaman, seperti mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Terkait hal itu, Elizabeth menilai selingkuh kemudian dapat menjadi kebiasaan. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk menyembuhkannya dengan datang ke psikolog namun tidak boleh dilakukan dengan terpaksa.

“kalau tidak merasa terganggu akan susah dibetulin. Jika merasa terganggu dengan keseringan selingkuh harus dilakukan konseling untuk melihat dia permasalahannya apa,” ujarnya.

Lebih jauh, Elizabeth menilai perselingkuhan ini bisa merugikan orang lain, terutama pasangan yang menjadi korban perselingkuhan. Hal ini juga mempengaruhi perasaan karena rasa kepercayaan yang telah dikhianati, sehingga sulit untuk menerimanya.

“Mau menangis silahkan, tapi jangan pernah mengambil keputusan dadakan saat kita merasa disakiti,” ujarnya memberi saran.

Perselingkuhan, lanjut Elizabeth, sering terjadi karena masalah dalam diri. Seseorang yang selingkuh sering merasa tidak puas dan ingin membandingkan dengan orang lain. Banyak ungkapan “dia adalah belahan jiwa”, ungkapan hal ini membuat seseorang mengandalkan orang lain untuk kebahagiaan.

“Kebahagiaan itu dari dalam diri, pasangan sebagai tambahan yang membuat kita lebih lengkap dan bahagia,” ujarnya.

Ia juga menganjurkan, bagi pasangan yang ditimpa masalah mestinya berkomunikasi, karena akan lebih baik komunikasi lalu bertengkar daripada tidak berkomunikasi atau ‘diam-diaman’.”[]

Sumber | CNN INDONESIA 

Komentar

News Feed