oleh

Menteri Jonan Beri PLN Keistimewaan, Apa Itu?

Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir usai mendatangi KPK, Jakarta, Senin (30/5/2016). Kedatangan Sofyan meminta pengawasan KPK terkait proyek listrik 35.000 MW.FOTO | LIPUTAN6.COM
Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir usai mendatangi KPK, Jakarta, Senin (30/5/2016). Kedatangan Sofyan meminta pengawasan KPK terkait proyek listrik 35.000 MW.FOTO | LIPUTAN6.COM 

Jakarta-PT PLN (Persero) akan mendapat keistimewaan mengenai formula harga batu bara untuk sektor listrik. Dengan begitu, harganya tidak mudah fluktuasi mengikuti harga pasar sehingga membuat biaya produksi listrik murah.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengatakan, ‎PLN sudah mendapat sinyal dari pemerintah akan mendapat perlakuan khusus dalam formula harga batu bara. Rencananya pada awal 2018, formula tersebut akan diterapkan.

“Kata pemerintah DMO segera. Awal tahun (2018),” kata Sofyan, di Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Sofyan mengungkapkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, sudah menyiapkan formulanya. Namun, formula harga batu bara yang diberikan untuk sektor kelistrikan bukan cost plus margin, seperti yang diusulkan PLN.

‎”Bukan itu. Saya enggak tahu putusan Pak Menteri seperti apa. Yang penting tarif buat kami tidak naik,” tutur Sofyan.

Terkait dengan kenaikan harga batu bara yang tidak diiringi kenaikan tarif listrik, menurut Sofyan, PLN harus melakuan efisiensi dari segala lini agar pendapatan perusahaan tetap untung.

“Karena (harga) batu bara naik, kami harus mempertahankan profit, kami akan melakukan efisiensi. Operation maintenance, operasi ekplorasi, kualitas pembangkit,” Sofyan berujar.

Pemerintah memutuskan tetap mempertahankan tarif listrik subsidi pada 1 Januari 2018. “Untuk 1 Januari-31 maret 2018, tarif listrik tetap atau tidak ada kenaikan,” kata Jonan.

Menurut dia, penetapan tarif listrik‎ tersebut berlaku untuk seluruh golongan, baik bersubsidi 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA bersubsidi dan golongan nonsubsidi.

Adapun tarif listrik tersebut Rp 415 per kilowatt hours (kWh) untuk golongan 450 VA subsidi‎ dan Rp 605 per kWh untuk 900 bersubsidi. Adapun untuk nonsubsidi mengikuti tarif dasar listrik yang telah ditetapkan.[]

Sumber | LIPUTAN6.COM 

Komentar

News Feed