oleh

Nek Syarifah Hidup Sebatang Kara di Gubuk

tinggal-sebatang-kara-berdiri-di-depan_20150826_091205
NENEK Syarifah warga Geumpa Raya, Kecamatan Woyla, Aceh Barat, tinggal sebatang kara berdiri di depan gubuk miliknya. Foto direkam pekan lalu. ACEH.TRIBUNNEWS.COM/RIZWAN

NENEK yang sudah usia senja itu kini tinggal sebatang kara digubuk tua yang didirinya di tanah milik warga di desa tersebut.

Wanita tersebut merupakan janda miskin yang selama ini luput dari perhatian pemerintah, seperti tidak tercantum sebagai penerima dana kartu penerima keluarga sejahtera, juga tak tercatat sebagai sasaran program keluarga harapan atau bantuan rumah duafa.

“Selama ini setiap hari saya bekerja mengupas kacang milik petani yang ada di sekitar desa. Dengan itulah sehari-hari hidup saya,” ujarnya.

Wanita tua ini mengaku berterima kasih terhadap warga yang masih merelakan tanahnya didirikan gubuk berukuran 4×4 meter, untuk ia tinggal semenntara.

Namun ia mengaku tidak tahu bagaimana harus menggantungkan hidupnya, karena selain usia yang sudah senja, ia juga tidak memiliki anak.

Nek Syarifah mengungkapkan, kondisi ini dialaminya sejak 20 tahun lalu, sejak suaminya meninggal dunia. “Kalau ada yang membantu saya, Alhamdullilah. Karena mata saya juga sudah rabun dan kalau malam hari saya sendiri di gubuk ini,” ungkap Nek Syariah.

Keuchik Gempa Raya, M Naim yang ditanyai kemarin, mengaku pernah mengusulkan supaya Nek Syarfah mendapat bantuan rumah duafa, tetapi tidak disetujui oleh pemerintah setempat waktu itu, karena nenek tersebut tidak memiliki ahli waris serta lahan untuk didirikan rumah.

Saat ini ia sudah memiliki tanah bantuan dari saudaranya, dan ke depan akan diusulkan lagi bantuan rumah duafa untuk dirinya.

Selama ini, gubuk tempat tinggal Nek Syarifah, kalau rusak diperbaiki oleh masyarakat sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian warga.

Sumber | ACEH.TRIBUNNEWS.COM

 

Komentar

News Feed