oleh

Nova Iriansyah: Abaikan Saja Jika Ada Yang Catut Nama Gubernur dan Wagub

Banda Aceh-Pemerintah Aceh telah mengumumkan lelang terbuka atas proyek 2018.Sebanyak 2.872 paket dengan nilai Rp. 4,9 triliun telah diumumkan.

Sehubungan dengan hal itu, Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta Kepala Biro Pelayanan Barang dan Jasa untuk bekerja profesional.

“Cara mewujudkannya yaitu dengan memperlakukan para peserta lelang secara adil dan tidak memihak, tanpa kecuali,” ujar Wagub Nova Iriansyah, Kamis, 5 April 2018, di Banda Aceh.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat meninjau persiapan pelaksanaan lelang di Biro ULP Setda Aceh.
“Jika ada yang datang dengan membawa nama Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, abaikan saja,” tegas Nova Iriansyah.

Wagub Nova menyebutkan, semua masyarakat yang mempunyai persyaratan lengkap, maka memiliki hak untuk mengikuti proses lelang, karena ia menilai siapapun juga memiliki peluang yang sama untuk menang.Dia juga meminta jika nantinya ada pihak-pihak yang mengintimidasi, maka panitia diminta untuk segera melapor.

Selain berpesan bekerja profesional, para pegawai Biro ULP diminta menata ruang kerjanya secara teratur dan nyaman.

“Kamar mandi dijaga kebersihannya dan instrumen kerja ditata dengan baik. Kerapian ruangan dapat meningkatkan semangat kerja dan  membuat nyaman masyarakat yang dilayani,” pintanya.

Masih kata Wagub Nova, kerapian ruangan kerja merupakan salah satu cerminan profesionalitas orang-orang yang beraktivitas di dalamnya.

Setelah meninjau ULP, Wagub Nova juga mengunjungi sejumlah SKPA bersama Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani.Salahsatu SKPA yang dikunjungi adalah Dinas Perkim. Di dinas tersebut, Wagub Nova meminta segala tahapan dilakukan tepat waktu dan profesional.

Sebelumnya, pada Senin 2 April kemarin, Pemerintah Aceh telah mengumumkan lelang terbuka atas proyek 2018. Sebanyak 2.872 paket dengan nilai Rp. 4,9 triliun telah diumumkan.

Gubernur menyebutkan, Pemerintah Aceh telah bertekat melaksanakan lelang secara jujur, transparan, akuntabilitas dan sesuai arahan yang berlaku.

Para panitia lelang diminta bekerja profesional tidak diperbolehkan ‘bermain mata’.Seluruh lapisan masyarakat, sebut gubernur, mengawasi lelang tersebut.Karena itu, lelang terbuka itu harus murni dan menggunakan azas hana fee (tidak ada fee).[]
 
Reporter | M. Zairin

Facebook Comments

Komentar

News Feed