oleh

Organisasi Mahasiswa dan Pemuda Aceh Gelar Pertemuan di Semarang

KMPAN
Sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda Aceh yang tergabung dalam Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh Nusantara (KMPAN) melakukan pertemuan pra Kongres, di Semarang, selama dua hari pada 22 hingga 23 Oktober 2016. FOTO | Rizal JP

Semarang-Sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda Aceh yang tergabung dalam Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh Nusantara (KMPAN) melakukan pertemuan pra Kongres, di Semarang, selama dua hari pada 22 hingga 23 Oktober 2016.

Koordinator Kongres, Andri Satria, kepada PENAPOST.COm, menyebutkan, pertemuan yang dipusatkan di asrama mahasiswa Aceh YPMI Semarang tersebut diikuti sembilan presedium anggota tetap meliputi, IPTR Medan, HIMPAC Padang, IMAPA Jakarta, IMTR Bogor, IKAPA Bandung, IPAS Semarang, TPA Yogyakarta, PMKTR Surabaya, IPPMA MalangM dan dua presedium anggota persiapan serta IMASKA Solo dan IPMA Riau.

“Pertemuan pra kongres ini untuk peremajaan organisasi, selain itu juga bertujuan menyatukan kembali organisasi mahasiswa dan pemuda  Aceh di nusantara serta dalam menguatkan kembali tali silaturhami. Dan, hasil pertemuan ini memutuskan guna diadakannya kongres yang akan dilaksakan pada 9 hingga 11 Desember 2016 di Yogyakarta,” ujar Andri Satria, Senin, 24 Oktober 2016.

Kata dia, KMPAN diharapkan mampu menjadi wadah berkumpul bagi mahasiswa Aceh di seluruh penjuru tanah air , serta dapat menjadi penghubung antara Aceh dan pemerintah pusat terhadap berbagai isu-isu atau persoalan terjadi yang berhubungan dengan Aceh serta bertanggung jawab untuk menjaga perdamaian di Aceh.

“Di KMPAN ini-lah kita sama-sama membahas apa yang sedang terjadi di Aceh, lalu bagaimana langkah kedepannya. Kemudian, kita akan terus berbicara kendala dengan memberikan solusinya,” katanya penuh harapan.

Menurutnya, saat ini dan masa mendatang, harus lebih fokus merumuskan kembali pembenahan internal organisasi, pemetaan kembali mahasiswa Aceh se-Indonesia untuk melakukan pembangunan pendidikan dan pelestarian budaya di Aceh dan Indonesia serta mengangkat isu-isu tragedi kemanusiaan di Aceh.

“Hal ini pula yang membuat kami dari seluruh ikatan mahasiswa Aceh di nusantara  yang sedang mengenyam pendidikan di pulau Jawa dan sumatera untuk mengadakan pertemuan ini dalam wadah  organisasi Komite Mahasiswa Pemuda Aceh Nusantara (KMPAN),” lanjutnya.

Tafsir Riski dari IPAS Semarang, mengatakan selaku panitia pelaksana dan tuan rumah pertemuan ini  pihaknya menyambut baik dan berusaha semaksimal mungkin demi kelancaran konsolidasi dan persiapan kongres tersebut, kata Tafsir Riski.

Sebagaimana diketahui, KMPAN merupakan organisasi yang terdiri dari berbagai organisasi-organisasi mahasiswa dan pemuda Aceh perantauan yang tersebar di Nusantara. Organisasi  ini bentuk kepedulian mahasiswa dan pemuda Aceh terhadap isu-isu tentang Aceh.

KMPAN lahir tahun 1998 oleh mahasiswa Aceh yang pada saat itu berfokus pada isu konflik dan HAM Aceh, bertujuan sebagai mediator Aceh dan Indonesia. KMPAN pada masa itu juga menggagas ide Referendum bersama Koalisi Aksi Reformasi Mahasiswa Aceh (KARMA).

Reporter | Rizal JP

Komentar

News Feed