full screen background image

Pak Cek Berkeliling Pulo Aceh, Ada Apa?

Share Button
Saifuddin Yahya,

Saifuddin Yahya, SE atau akrab disapa Pak Cek bersama rombongan tim pemenangan, partai koalisi dan anggota DPRK Aceh Besar berkunjung ke Pulo Aceh menggunakan transportasi boat KM. Satria Baro. Foto | Facebook.Com 

Pulo Aceh-Calon Bupati Aceh Besar periode 2017-2022 yang diusung Partai Aceh, Saifuddin Yahya berkunjung ke Kecamatan Pulo Aceh. Pak Cek, sapaan akrab Saifuddin Yahya, tiba di daerah kepulauan itu pada Minggu, 21 Agustus 2016 dan akan berkeliling di sana hingga Selasa, 23 Agustus 2016.

Kedatangan Pak Cek bersama tim pemenangan, perwakilan Partai Koalisi dan anggota DPRK Aceh Besar untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat di daerah kepulauan itu sekaligus melihat langsung pembangunan infrastruktur yang ada di daerah tersebut. Kedatangannya disambut antusias tokoh masyarakat dan warga Pulo Aceh.

Imum Mukim Pulau Nasi, M. Jafar menyambut gembira kedatangan rombongan Pak Cek. “Terimong geunaseh ka lheuh neu kunjungi kamoe di teungoh laot di Pulo Aceh. Di tengah lautan yang sangat terpencil ini,” kata Jafar.

Selama ini, akses ke Pulo Aceh hanya bergantung pada boat nelayan yang melayani penumpang dan barang baik ke Pulo Aceh. Sedangkan kapal ferry milik ASDP Pupuyuh hanya melakukan pelayaran terbatas ke daearah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terpencil) itu.

“Kami di Pulo Aceh berharap perhatian Pak Cek di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” tambah Jafar yang sudah dua periode menjabat sebagai imum mukim ini.

Sejak tiba di Pulo Nasi pada Minggu 21 Agustus 2016 siang, Pak Cek langsung naik motor untuk mengelilingi lima gampong yang ada di kemukiman Pulo Nasi.

“Alam Pulo Aceh begitu indah dan banyak sekali potensinya. Khususnya sektor perikanan dan pertanian. Kita nantinya akan memaksimalkan program-program yang ada untuk pembangunan Pulo Aceh,” kata Pak Cek.

Pak Cek melihat langsung beberapa proyek yang perlu didukung untuk dapat dituntaskan oleh Badan Pengelola Kawasan Sabang (BPKS). Selama ini BPKS bekerjasama dengan Pemerintah Aceh Besar membangun infrastruktur utama di wilayah Kecamatan Pulo Aceh.

“Infrastruktur yang baik di Pulo Aceh akan membantu mendorong pengentasan kemiskinan di wilayah terpencil ini,” kata Pak Cek, yang didamping ketua tim pemenangan Hasballah, S. Ag

Secara langsung Pak Cek mendengarkan permintaan masyarkat untuk penyelesaian beberapa ruas jalan keliling Pulo Aceh yang masih terpotong-terpotong.

Disamping itu Pak Cek juga mendengarkan langsung keluhan warga Pasie Janeng terkait dermaga nelayan yang dangkal dan pendek. Dermaga ini hanya bisa diakses ketika air laut naik.

Selama berada di pulau terluar Indonesia itu, Pak Cek juga berdiskusi dengan warga Pulo Aceh tentang rencana pembangunan jembatan penghubung antar Pulo Breuh-Pulo Nasi. Panjang jembatan yang DED-nya disiapkan BPKS ini sekitar 400 meter.

Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman yang ikut bersama rombongak Pak Cek, menjelaskan bahwa rencana pembangunan jembatan Pulo Aceh dapat dipercepat realisasinya.

Menurutnya, Pemerintah Aceh baru-baru ini meresmikan jembatan yang menghubungkan dua pulau utama di Singkil. “Kita akan bicarakan lagi masalah Jembatan Pulo Aceh ini dengan pihak BPKS. Mudah-mudahan rencana pembangunan jembatan ini bukan hanya mimpi. Tapi dapat diwujudkan segera seperti di Singkil,” kata Sulaiman.

Reporter | Hidayat Pulo

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM