full screen background image

Parpol dan DPR Lagi-lagi Jadi Institusi Paling Tak Dipercaya Publik

Share Button
burhan muhtadi

Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, akhirnya resmi dilaporkan ke Mabes Polri oleh aliansi SPR (Serikat Pengacara Rakyat), pada Senin pagi (14/7). FOTO | SPEKTANEWS.COM 

Jakarta-Partai politik dan Dewan Perwakilan Rakyat menjadi institusi yang paling tidak dipercaya oleh publik berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia.

Dari survei itu, responden yang percaya pada partai politik hanya 46 persen dan 46 persen lainnya menyatakan tidak percaya. Sisa responden mengaku tidak tahu.

Adapun responden yang percaya dengan DPR hanya 53 persen, 40 persennya mengaku tidak percaya.

“Parpol dan DPR enggak pernah ‘naik kelas’. Sejak 2002 tidak pernah naik tingkat trust (kepercayaannya),” kata Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi saat memaparkan hasil survei tersebut, Minggu (14/8/2016), di Jakarta.

Adapun institusi yang paling dipercaya adalah Presiden RI dengan 89 persen responden menyatakan rasa kepercayaannya, disusul oleh TNI (88 persen), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (82 persen).

Di urutan keempat, Polri dipercaya oleh 73 persen responden, kemudian pegawai negeri sipil (68 persen), aparat pengadilan (64 persen), kejaksaan (61 persen), dan Dewan Perwakilan Daerah (54 persen).

“Berbeda di peringkat bawah yang tidak berubah, di tingkat atas ada sedikit perubahan. KPK yang biasanya di urutan nomor satu, sekarang di urutan ketiga, kalah dengan TNI,” kata Burhanudin.

Survei ini dilakukan dengan metode wawancara pada 1-9 Agustus 2016. Populasi survei adalah seluruh WNI yang mempunyai hak pilih yang sudah berusia 17 tahun atau lebih.

Responden dipilih secara acak sebanyak 1.220 orang. Margin of error rata-rata sebesar plus/minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber | KOMPAS.COM 

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM