full screen background image

Partai Atjeh Hijau Resmi Jadi Anggota APGF

Share Button
pah-di-parlemen-nsw-austarlia

Bendera Partai Atjeh Hijau saat diperkenalkan di ruang Sidang Parlemen Negara Bagian New South Wales, Australia Mei 2016. FOTO | DOK. PENAPOST.COM 

Banda Aceh-Partai Atjeh Hijau (PAH) resmi diterima dan bergabung sebagai anggota Asia Pacific Green Federation (APGF). Hal itu disampaikan pegiat yang juga salah satu pendiri Partai Atjeh Hijau, Zahrul, Minggu, 25 Desember 2016, di Banda Aceh.

Dikatakan Zahrul, keputusan diterima dan bergabungnya partai politik lokal yang berhaluan hijau di Aceh tersebut, diperoleh pihaknya melalui surat pemberitahuan resmi dari Sekretariat APGF dan dikirim oleh Co-Conveinor APGF.

Bersamaan dengan pemberitahuan tersebut, APGF Co-Convenors Penny Allman-Payne dan Liaquat Ali Sheik menyerukan kepada seluruh anggota APGF untuk menyambut gembira keanggotaan PAH di APGF.

“For all the current APGF members, please join us in welcoming the Atjeh Greens. We look forward to learning more about your party, your country, and working with you closely on furthering our shared values, and the Green Charter, throughout the region,” tulis Penny Allman dalam pesan berantai tentang pemberitahuan keanggotaan PAH di APGF kepada seluruh pimpinan partai hijau dan organisasi jaringan kerja APGF.

Menurut Zahrul, keputusan ditenerima Partai Atjeh Hijau sebagai anggota APGF, diambil dalam forum APGF Council Meeting, yang dilangsungkan pada tanggal 17 Desember 2017. Sebelumnya, PAH telah mengajukan permohonan resmi untuk diperkenankan bergabung dan menjadi bahagian dari organisasi gerakan politik hijau Se-Asia Pacific tersebut.

“Alhamdulillah, PAH diterima dan kini menjadi bahagian dari APGF untuk kerja_kerja politik yang berlandaskan dan bertujuan demi bumi yang hijau dan kehidupan makhluk Tuhan yang lebih baik,” ujarnya.

Selain PAH, lanjut dia, Council Meeting APGF tersebut juga memutuskan menerima sebagai bergabungnya Partai Hijau Indonesia (PHI) anggota APGF. “Ini adalah kado akhir tahun dari APGF untuk Aceh dan Indonesia. Dan ini menjadi pemicu atau dukungan semangat bagi penyelenggaran Kongres pertama partai PAH yang akan kita laksanakan pada Juni 2017 mendatang,” lanjutnya.

Dijelaskan dia, bergabungnya PAH sebagai anggota APGF, merupakan sebuah pencapaian baru bagi partai politik lokal tersebut, dalam rangka memperkuat gerakan politik dan perjuangan PAH di masa mendatang serta sejalan dengan semangat dan misi yang harus diemban sekaligus amanat dari didirikan dan deklarasi Partai Atjeh Hijau pada 5 Juni 2013 lalu.

“Keberadaan PAH di APGF, adalah gerbang menuju perkembangan dan kemajuan partai ini dalam kiprah politik hijau masa depan, guna terlibat aktif secara konstruktif dalam pembangunan daerah, perwujudan kesejahteraan berkeadilan dan memastikan keberlangsungan alam dan lingkungan hidup yang lestari,” terangnya.

Masih kata dia, berada dan menjadi bahagian dari APGF, juga peluang dan ruang terbaik bagi PAH dan Aceh untuk terlibat aktif dalam percaturan politik di tingkat Internasional, khususnya pada isu pembangunan berkelanjutan dan kehidupan hijau.

pah-di-depan-parlemen-nsw

Pegiat partai hijau dari berbagai negara di Asia/peserta Study Tour the Greens Australia, saat berfoto bersama dihalaman gedung Parlemen Negara Bagian New South Wales, Sydney, Australia. FOTO | DOK. PENAPOST.COM 

Ia juga menyebutkan, APGF adalah salah satu wadah yang tepat bagi PAH untuk belajar tentang perjuangan dan gerakan politik hijau dari dunia luar. Pasalnya, APGF terdiri dari atau beranggotakan belasan partai politik hijau dari berbagai negara yang telah lebih dulu berpengalaman menggerakkan partai politik hijau di negara asing-masing, beberapa di antaranya bahkan cukup sukses.

“PAH sebagai partai politik hijau yang baru, maka berjejaring kerja dengan para pegiat pendahulu yang sehaluan semisal di APGF ini, adalah keharusan dan salah satu langkah pembangunan partai politik yang strategis dan perlu dilakukan,” sebutnya lagi.

“Apalagi, PAH yang sedang bergiat untuk menyiapkan diri terlibat sebagai peserta pemilu di Aceh dalam waktu sesegera mungkin, maka penguatan di segala lini khususnya penguatan SDM partai dan membangun kemitraan strategis, merupakan kebutuhan yang mutlak untuk dipenuhi,” tambahnya.

Tentag PAH:

PAH didirikan dan dideklarasi pada tanggal 5 Juni 2013 di Banda Aceh.
Saat ini PAH sedang mempersiapkan pembentukan struktur partai di 23 Kabupaten/ Kota dan seterusnya sampai ke tingkat Gampong
PAH akan melaksanakan Kongres Pertama pada bulan Juni 2017.
PAH direncanakan untuk berpartipasi aktif pada Pemilu legislatif 2019 baik secara penuh atau melalui mekanisme kerja sama antar/ dengan partai lain
Saat ini, PAH juga sedang mendeteksi dan mempelajari untuk menjaring kandidat Gubernur/ Wakil Gubernur dan sejumlah Kandidat Bupati/ Wakil Bupati serta Walikota/ Wakil Walikota yang akan didukung disukseskan pada Pilkada 2017.

The Asia-Pacific Greens Federation (APGF) adalah Federasi Partai Hijau, organisasi sosial dan lingkungan dari dari negara-negara di Asia dan Oceania
dan dibentuk dengan tujuan untuk mewujudkan Piagam Hijau Sedunia yang berkandung nilai-nilai Keadilan Sosial, Berkelanjutan, Anti Kekerasan,
Demokrasi Partisipatif, Penghormatan pada Perbedaan dan Kearifan Ekologi.
Sebelum bergabungnya Partai Atjeh Hijau (PAH) dan Partai Hijau Indonesia (PHI), keanggotaan APGF terdiri dari Australian Green Party,
Uttarakhand Parivartan Party (UKPP/ India), Sarekat Hijau Indonesian, Greens Japan, Green Party Korea, Mongolian Green Party,
Civil Will Green Party of Mongolia, Nepali Greens, Green Party of Aotearoa New Zealand, Pakistan Green Party,
GREENS PH (Philippine Green Party/Partido Kalikasan), Green Party Taiwan.

Penulis | Rizal JP/*

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.